Meski Bekerja dari Rumah, Karyawan Tetap Perlu Cuti Panjang

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mendaki. Dokumentasi Kementerian Pariwisata

    Ilustrasi mendaki. Dokumentasi Kementerian Pariwisata

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi Covid-19 karyawan telah bekerja sangat keras untuk beradaptasi dan produktif meski bekerja dari rumah. Mereka telah menderita masalah kesehatan mental yang parah karena beban kerja yang berlebihan.

    Karyawan sering merasa terlalu banyak bekerja ketika ada banyak tekanan. Jam kerja yang panjang terbukti menjadi bahaya kesehatan jika mereka terus bekerja berjam-jam di siang hari dan kadang-kadang di malam hari. Akibatnya, mereka kehilangan konsentrasi secara bertahap.

    Karena itu, penting untuk mengambil cuti panjang di sela kesibukan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Berikut manfaat cuti panjang untuk karyawan selama pandemi, seperti dilansir dari Times of India.

    Pikiran lebih segar
    Ketika mengambil cuti panjang selama seminggu, karyawan akan merasa segar dan dapat menyimpan dan memproses informasi dengan lebih baik. Mereka akan dapat menyelesaikan masalah dengan jauh lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien dibandingkan ketika terlalu terbebani dengan pekerjaan.

    Kreativitas meningkat
    Setelah bekerja dengan pikiran yang segar, mereka akan dapat berpikir lebih kreatif. Kapasitas kognitif akan menderita jika orang berpikir bekerja lebih banyak akan membantu menghasilkan yang lebih baik. Ini sebenarnya sangat berlawanan. Jika cukup istirahat, mereka akan dapat bekerja lebih baik.

    Terhubung dengan kehidupan pribadi
    Setelah berlibur satu minggu, karyawan akan merasa lebih terhubung dengan teman dan keluarga. Mereka dapat menebus waktu yang hilang dengan terlibat dalam hobi, acara, perjalanan. Ini akan membantu menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi yang sangat diperlukan untuk kesehatan individu secara keseluruhan.

    Kebiasaan lebih sehat
    Setelah istirahat selama seminggu, orang dapat fokus untuk memasukkan kebiasaan sehat ke dalam rutinitas kehidupan kerja sehingga baik buat kesehatan dan kondisi mental. Selain terkubur dalam pekerjaan, istirahat secara berkala akan menyegarkan pikiran. Karyawan kemudian dapat bekerja lebih produktif dengan jam kerja yang seimbang.

    Baca juga: Bos Pemarah, Begini Trik Menghadapinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.