Saran Psikiater buat Penderita Insomnia dan Stres Ringan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita mengalami susah tidur atau insomnia. Freepik.com/Jcomp

    Wanita mengalami susah tidur atau insomnia. Freepik.com/Jcomp

    TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis kedokteran jiwa Universitas Airlangga Surabaya, dr. Nur Azizah AS., Sp.KJ, mengungkapkan cara praktis mengatasi distress (jenis stres negatif) yang kadang berujung insomnia adalah dengan mengatur napas dan berusaha rileks.

    "Atur napas dengan cara ambil napas panjang dari hidung, keluarkan pelan-pelan lewat mulut, diulang berkali-kali sambil yakinkan otak semua baik-baik saja. Itu cara praktis mengatasi distress, dengan cara relaksasi. Ambil posisi paling nyaman kemudian silakan rileks," ujarnya.

    Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) itu mengatakan teknik ini juga membantu meredakan ketegangan otot, membuat napas serta detak jantung menjadi lebih teratur sehingga kondisi penderita bisa lebih baik.

    Pengaturan pola napas juga bermanfaat bagi orang dengan insomnia atau sulit tidur. Cara lain, penderita juga sebaiknya menghindari tidur siang karena jumlah tidur seperti yang disarankan para pakar kesehatan diatur dalam satu hari, bukan hanya malam. Umumnya orang dewasa butuh sekitar 7 jam tidur dalam 24 jam.

    Tidur sendiri merupakan sebuah usaha, tindakan dan perilaku yang membutuhkan persiapan, sama halnya seperti bepergian ke suatu tempat. Azizah menyarankan penderita insomnia melakukan sejumlah hal sebelum tidur, seperti membersihkan diri, menjauhkan benda yang mengganggu tidur seperti ponsel, dan berdoalah.

    "Siapkan lingkungan seperti tempat tidur, lampu, kamar tidur untuk tidur, bukan untuk yang lain," ujarnya.

    Di sisi lain, insomnia terkadang merupakan gangguan tidur primer tanpa ada gangguan fisik atau psikologis. Tetapi, apabila insomnia yang dirasakan akibat distress kemudian disertai terganggunya aktivitas sehari-hari lain, maka Azizah menyarankan agar penderita berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

    "Dilihat dulu apa pure isomnia atau bagian gejala dari diagnosis tertentu. Kalau misalnya dia insomnia karena depresi, maka pengobatannya pada depresi, kecemasann," tuturnya.

    Baca juga: Sulit Tidur Cepat, Coba Lakukan 4 Cara Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.