Tujuh Tips Bagi Orang Tua untuk Mencegah Penculikan Anak

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

    Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaPenculikan anak menjadi hal yang menakutkan bagi setiap orang tua. Beberapa anak korban penculikan bisa ditemukan selamat namun tak sedikit pula yang ditemukan meninggal atau bahkan hilang hingga saat ini.

    Untuk meminimalisir risiko penculikan, dibutuhkan pengetahuan yang baik dari orang tua dan anak. Dilansir dari Kids Health, Kamis, 2 September 2021, berikut 7 tips yang bisa dilakukan untuk mencegah penculikan anak:

    1. Lakukan pengawasan

    Awasilah anak-anak ketika berada di tempat publik seperti mal, bioskop, taman, atau kamar mandi umum. Selain itu, jangan pernah meninggalkan mereka sendirian di dalam mobil atau kereta dorong meskipun hanya sebentar.

    1. Waspadai aktivitas internet

    Di samping manfaatnya yang besar, internet bisa disalahgunakan oleh predator untuk menguntit anak-anak. Waspadailah aktivitas anak di dunia maya dan ingatkan mereka agar tidak memberikan informasi pribadi. Orang tua pun sebaiknya tidak memposting informasi terkait identitas atau foto anak secara daring.

    1. Selektif memilih pengasuh

    Ketika memilih pengasuh, periksalah rekam jejaknya secara seksama. Jika mempekerjakan seseorang untuk mengantar jemput anak-anak, diskusikan terlebih dahulu dengan anak-anak, sekolah atau tempat penitipan anak.

    1. Hindari mendandani anak dengan pakaian dan nama

    Mendandani anak dengan pakaian dan nama adalah tindakan yang cukup beresiko. Hal ini karena anak-anak cenderung mempercayai orang dewasa yang mengetahui nama mereka.

    1. Ajari anak agar waspada terhadap orang asing

    Jelaskan pada anak agar tidak mudah diajak pergi, mengekspose informasi pribadi ataupun menerima hadiah dari orang asing. Akan tetapi, penjelasan harus disampaikan tanpa membuat mereka takut atau cemas.

    1. Bekali anak dengan informasi penting

    Untuk berjaga-jaga, pastikan anak mengetahui nama, alamat, nomor telepon rumah, dan siapa yang harus dihubungi jika terjadi keadaan darurat. Pastikan juga mereka mengetahui kendaraan siapa yang boleh dan tidak boleh dikendarai.

    1. Beri tahu anak tentang cara menghindari situasi berbahaya

    Ketika diikuti atau dipaksa ikut oleh orang tak dikenal, beri tahu anak supaya mereka melarikan diri dan berteriak. Ajarkan anak untuk berkata tidak pada siapa pun yang mencoba melakukan sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman.

    Selain itu, diskusikan tentang apa yang harus dilakukan jika mereka tersesat di tempat umum atau toko, misalnya dengan meminta bantuan kasir. Jika anak sudah cukup besar untuk tinggal di rumah sendirian, pastikan mereka mengunci pintu dan tidak memberi tahu siapa pun yang mengetuk atau menelepon bahwa mereka sendirian di rumah.

    SITI NUR RAHMAWATI

    Baca juga:

    Remaja di Amerika Bertemu Ibu Setelah 14 Tahun Diculik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.