Mobilitas Masyarakat Meningkat Saat PPKM, Jangan Sampai Lalai Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang pesawat gantre untuk melakukan refund dan reschedule tiket pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 5 Juli 2021. Akibat penerapan PPKM Darurat, banyak calon penumpang yang melakukan pembatalan dan perubahan jadwal tiket pesawat akibat kurangnya persyaratan penerbangan. ANTARA/Fauzan

    Sejumlah calon penumpang pesawat gantre untuk melakukan refund dan reschedule tiket pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 5 Juli 2021. Akibat penerapan PPKM Darurat, banyak calon penumpang yang melakukan pembatalan dan perubahan jadwal tiket pesawat akibat kurangnya persyaratan penerbangan. ANTARA/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobilitas masyarakat mulai meningkat seiring dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di berbagai daerah. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengingatkan selalu ada potensi gelombang baru Covid-19, meski saat ini kasus Covid-19 sudah turun.

    "Sebab itu jangan abai protokol kesehatan untuk menghindari risiko lonjakan kasus Covid-19," kata Johnny pada Rabu, 22 September 202. "Kita perlu mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang bisa dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat."

    Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat sejak 2 Agustus 2021. Bahkan mobilitas masyarakat naik signifikan di wilayah Jawa dan Bali. Data tersebut sejalan dengan laporan WHO pada 15 September 2021 tentang peningkatan mobilitas di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

    Johnny mengatakan mobilitas yang terjadi saat ini bahkan sudah menyamai kondisi sebelum pandemi. Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19, menurut Johnny, pemerintah mengendalikan pergerakan masyarakat melalui kebijakan PPKM berlevel. Di antaranya, memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk internasional ke Indonesia, deteksi dini melalui peningkatan tes epidemiologi, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, dan surveilans genomik di daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

    Pemerintah juga masih menyiagakan rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat untuk menangani pasien Covid-19. Johnny melanjutkan, penting juga memastikan pasokan oksigen, peralatan kesehatan, dan tenaga medis, mengetatkan syarat masuk rumah sakit, sampai menerapkan isolasi terpusat.

    Upaya lain yang juga penting untuk mencegah ledakan kasus Covid-19 adalah terus menambah jumlah vaksinasi. Pemerintah menggenjot vaksinasi untuk kelompok usaha produktif, lansia, orang dengan komorbid, sampai anak di atas 12 tahun.

    #jagajarak #pakaimasker #cucitanganpakaisabun 

    Baca juga:
    Anak di Bawah 12 Tahun Boleh ke Hotel, DKI: Kami Awasi Ketat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.