Pandemi Covid-19 Bikin Orang Malas Sikat Gigi, Ini Buktinya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menggosok gigi.  TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi menggosok gigi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, JakartaPandemi Covid-19 telah membawa banyak dampak ke segala lini kehidupan, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Survei globab Pepsodent menunjukkan penurunan kebiasaan menyikat gigi selama pandemi karena sebagian besar orang beraktivitas di rumah. Bekerja dari rumah dan belajar di rumah membuat mereka abai akan kesehatan gigi dan mulut.

    Head of Sustainable Living Beauty and Personal Care and Home Care, Unilever Indonesia Foundation, Ratu Mirah Afifah mengatakan berdasarkan survei tersebut, sebanyak 30 persen responden di Indonesia mengaku pernah tidak sikat gigit seharian. "Tantangan permasalahan gigi dan mulut semakin terasa ketika pandemi," kata Ratu Mirah saat konferensi pers virtual "Peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2021: Gigi Kuat, Hidup Sehat untuk #SenyumIndonesia" pada Kamis, 23 September 2021.

    Ada beragam alasan mereka tidak sikat gigi. Yang terbanyak karena malas (sebesar 46 persen) lantaran tak perlu bertatap muka dengan orang lain. Berkurangnya interaksi tatap muka mengakibatkan bertambahnya masalah gigi dan mulut, salah satunya gigi berlubang baru.

    Konferensi pers virtual Peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2021: Gigi Kuat, Hidup Sehat untuk #SenyumIndonesia pada Kamis, 23 September 2021. Dok. Pepsodent

    Persoalan gigi berlubang tidak bisa dianggap remeh karena bisa mengakibatkan gangguan yang lebih serius, termasuk kesehatan jantung. Studi menyebutkan bahwa orang yang memiliki permasalahan gigi berlubang parah berisiko terkena penyakit jantung hingga tiga kali lebih tinggi. Pakar kardiologi dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Ario Soeryo Kuncoro mengatakan gangguan pada jantung yang seringkali berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut adalah endokarditis.

    "Endokarditis terjadi ketika kuman masuk ke aliran darah sehingga memicu peradangan dan kerusakan pada katup jantung dan menyebabkan kebocoran," katanya. "Kumpulan kuman yang menempel pada jaringan yang luka akan meningkatkan risiko infeksi lanjut dan stroke sehingga perlu penanganan segera dan operasi katup, bahkan penggantian katup jantung."

    Kuman yang masuk ke aliran darah tadi, menurut Ario, dapat berasal dari kondisi kesehatan gigi yang buruk seperti gigi berlubang parah. "Jadi, endokarditis sangat bisa dicegah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta rutin memeriksakan gigi," katanya.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pandemi Covid-19 mengakibatkan berkurangnya masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan gigi dan mulut. "Ini menjadi tantangan dalam mewujudkan Indonesia bebas karies pada 2030," katanya.

    #pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

    Baca juga:
    Waspadai 7 Tanda Awal Penyakit Gusi yang Rentan Menyerang Orang Dewasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.