3 Usulan Jokowi untuk Mengatasi Pandemi pada Pidato Global Covid-19 Summit

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto (kanan) berbincang dengan pelajar SMP saat meninjau pelaksanaan vaksinasi kolaborasi kebangsaan Kadin Kota Bogor di Taman Cappelen, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu 28 Agustus 2021. Vaksinasi COVID-19  yang diikuti sebanyak 16.200 pelajar SMP dan SMA di wilayah Jawa Barat dan Banten tersebut selain bertujuan untuk meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) juga sebagai persiapan menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto (kanan) berbincang dengan pelajar SMP saat meninjau pelaksanaan vaksinasi kolaborasi kebangsaan Kadin Kota Bogor di Taman Cappelen, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu 28 Agustus 2021. Vaksinasi COVID-19 yang diikuti sebanyak 16.200 pelajar SMP dan SMA di wilayah Jawa Barat dan Banten tersebut selain bertujuan untuk meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) juga sebagai persiapan menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat kesempatan istimewa untuk berbicara pada acara Global Covid-19 Summit. Pertemuan ini digelar disela-sela penyelenggaraan Sidang Umum PBB.        

    Yang istimewa adalah, tidak semua kepala negara bisa menyampaikan pandangannya pada Global Covid-19 Summit. Presiden Amerika JoeBidenmemilih empat kepala negara untuk memberikan pidato tentang bagaimana mengatasi pandemiCovid-19.

    "Presiden Jokowi sebagai salah satu dari empat pimpinan di dunia yang dipilih secara pribadi oleh presiden Amerika Serikat JoeBiden untuk memberikan masukan,” kata Menteri Kesehatan RI Budi GunadiSadikin usai acara Global COVID-19 Summit secara virtual Rabu 22 September 2021 seperti dilansir dari laman Kementerian Kesehatan. 

    Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada tiga poin penting yang disampaikan oleh Jokowi agar masyarakat global bisa secepatnya dapat menangani COVID-19.

    Pertama, Indonesia merasa perlu menata ulang arsitektur sistem ketahanan kesehatan global agar lebih baik. Budi mengungkapkan arsitektur sistem kesehatan global ini bisa meniru pola yang sama yang selama ini telah berjalan pada sistem keuangan global.

    Kedua, Presiden Jokowi mengusulkan dibentuknya mekanisme global untuk akses sumber daya kesehatan bila sewaktu-waktu terjadi krisis kesehatan terutama di negara-negara berkembang.

    Pola penyelamatan krisis kesehatan ini dibangun seperti halnya mekanisme IMF di sektor keuangan yang memiliki tata kelola yang jelas termasuk partisipasi negara-negara anggota.

    "Sistem support kesehatan secara global yang mirip dengan sistem support keuangan secara global seperti adanya IMF,” kata Budi Gunadi mengulangi ucapan Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.