5 Alasan Kenapa Sebaiknya tidak Mengomentari Tubuh Orang Lain

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Dikta Yovie n Nuno atau Pradikta Wicaksono. Foto: Instagram Dikta.

    Dikta Yovie n Nuno atau Pradikta Wicaksono. Foto: Instagram Dikta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis Yovie & Nuno, Pradikta Wicaksono alias Dikta, mengungkapkan kekesalannya pada orang-orang yang mengomentari fisiknya. Bahkan ada yang menuduhnya memakai narkoba karena belakangan ini tubuhnya terlihat lebih kurus.

    Kurus dibilang narkoba. Kulit iteman dibilang dekil enggak keurus. Gondrong dibilang kayak orang sakit. Endingnya ‘nikah, gih, biar ada yang ngurus’,” ucap Dikta sebagaimana dilansir Tempo.co dari postingan Instagramnya pada Minggu, 26 September 2021.

    Dikta kemudian menjelaskan bahwa tubuh kurusnya disebabkan oleh latihan olahraga freedive secara rutin. Dikta juga mengaku bahwa ia dan orang-orang terdekatnya tidak mempermasalahkan hal itu.

    Mengomentari tubuh seseorang memang termasuk sebagai tindakan yang kurang pantas. Dilansir dari Bustle, berikut adalah 5 alasan mengapa kita tidak boleh mengomentari tubuh orang lain:

    1. Tubuh orang lain adalah milik mereka

    Kita tidak boleh mengomentari tubuh orang lain karena tubuh mereka adalah urusan mereka sendiri. Coba pikirkan, jika kenalan, teman, atau orang asing berjalan ke arah kita dan meminta agar kita merias wajah secara lebih alami, bukankah rasanya menjengkelkan? Cara seseorang memakai make up adalah urusan masing-masing dan tidak ada yang berhak menyuruh untuk melakukannya secara berbeda.

    1. Kita tidak mengetahui latar belakang orang lain

    Penampilan seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Bukan tempat siapa pun untuk menilai tubuh orang lain sebab kita tidak akan pernah tau riwayat hidup mereka sepenuhnya.

    1. Tubuh setiap orang berbeda

    Ketika memikirkan ‘tubuh yang sehat’, seringkali kita membayangkan tubuh atlet atau artis yang kurus. Padahal, tipe tubuh mereka bukanlah satu-satunya representasi kebugaran. Ketika mengomentari tubuh seseorang, pikirkan apakah anda benar-benar khawatir akan kesehatannya atau karena mereka menyimpang dari tipe tubuh ‘ideal’ yang berkembang di masyarakat?

    1. Penampilan bukanlah segala-galanya

    Bukan rahasia lagi bahwa budaya kita mengaitkan tampilan fisik dengan nilai seseorang sebagai manusia. Padahal, penampilan bukanlah satu-satunya penentu kualitas diri seseorang. Ketika kita mengomentari tubuh orang lain, bisa saja ucapan kita berdampak negatif terhadap kesehatan mental orang tersebut.

    1. Ada banyak hal lain yang bisa dibicarakan

    Seiring berjalannya waktu, tubuh seseorang bisa berubah. Orang bisa menambah ataupun menurunkan berat badan, berjemur di bawah matahari, mewarnai rambut, mentato tubuh, dan lain sebagainya. Mengapa kita harus menghabiskan waktu untuk mengomentari perubahan fisik seseorang ketika ada hal-hal lain yang lebih seru untuk dibicarakan?

    SITI NUR RAHMAWATI

    Baca juga:

    Ketika Pradikta Wicaksono Kesal Disebut Dekil, Kurus, dan Gondrong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.