Daun Kelor, dari Nilai Gizi, Manfaat sampai Efek Samping

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daun kelor (pixabay.com)

    Ilustrasi daun kelor (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanaman kelor memiliki nama ilmiah Moringa oleifera. Manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh bukan mitos semata. Apalagi, daun kelor sudah sering digunakan dalam ramuan tradisional turun temurun. Sebagai tanaman obat, daun kelor memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi.

    Daun kelor dapat dimanfaatkan menjadi tanaman herbal sebagai pengobatan alternatif. Apalagi, daun moringa ini mengandung protein, vitamin, dan mineral. Karena itu, penting pula untuk mengetahui apa saja kandungan gizi daun kelor.

    Mengutip Data Komposisi Pangan Indonesia, di antaranya adalah
    Kalori: 92
    Air: 75,5 gram
    Protein: 5,1 gram
    Serat: 8,2 gram
    Fosfor: 76 mg
    Natrium: 61 mg
    Kalium: 298 mg
    Beta karoten: 3,266 mcg
    Niasin: 4,2 mg
    Vitamin C: 22 mg

    Manfaat daun kelor untuk kesehatan
    Kandungan antioksidan serta nutrisi lain dalam daun kelor dipercaya baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebagai contoh, menjaga kadar gula darah, meringankan gejala menopause, hingga membantu mengatasi kanker. Berikut manfaat daun kelor untuk kesehatan yang ternyata bukan sekadar mitos.

    Mengatasi bahaya radikal bebas Antioksidan dapat membantu tubuh mencegah penyakit kronis berbahaya. Kandungan yang ada di dalam daun kelor bermanfaat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Kadar radikal bebas yang terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit, seperti diabetes melitus tipe 2 hingga penyakit jantung.

    Menurunkan kadar gula darah
    Khasiat daun kelor lain adalah membantu melawan dan mengobati diabetes. Caranya dengan menjaga keseimbangan kadar gula darah. Dalam studi pada 2019, ditemukan daun kelor dapat membantu mengobati diabetes dengan resistensi insulin. Hal ini membuat tubuh kurang mampu menyerap glukosa darah. Akan tetapi, masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai manfaat yang satu ini.

    Meredakan peradangan
    Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera. Lebih jauh, ini adalah mekanisme perlindungan yang penting, juga bisa berbahaya. Hal ini karena peradangan yang berkelanjutan dapat menjadi pemicu risiko masalah kesehatan kronis. Karena itu, Anda bisa mengonsumsi daun kelor untuk mengatasi peradangan. Daun kelor mengandung isotiosianat, yang berfungsi sebagai zat antiperadangan. Kandungan ini dapat membantu membantu meredakan serta mengobati peradangan dalam tubuh.

    Menurunkan kolesterol
    Manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh selanjutnya adalah membantu menurunkan kolesterol. Pada daun kelor, efek penurun kolesterol disebut mirip dengan almond dan oat. Alasannya karena daun moringa memiliki kandungan serat yang dapat membantu mengurangi kadar lemak jahat, juga mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah.

    Mencegah kanker
    Manfaat daun kelor lain yang tak kalah hebat adalah kemampuan dalam membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini membuat daun kelor juga berfungsi dalam membantu kemoterapi lebih efektif karena kandungan eugenol di dalamnya. Hingga kini, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat daun kelor untuk kanker payudara, kanker pankreas, kanker usus besar, serta leukemia. Untuk itu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter mengenai salah satu pengobatan kanker payudara yang satu ini.

    Meningkatkan daya ingat
    Kandungan antioksidan serta zat kimia yang ada dalam daun kelor, dipercaya dapat meredakan stres dan peradangan di otak. Selain itu, ada pula kandungan protein tinggi dalam daun kelor untuk meningkatkan produksi neurotransmiter. Ini akan mempengaruhi suasana hati, emosi, dan kemampuan belajar. Tak hanya itu, daun kelor juga dapat meningkatkan daya ingat dengan mengubah aktivitas enzim pada area otak untuk pembelajaran dan memori.

    Menjaga kesehatan jantung
    Selain membantu menurukan kadar kolesterol, minum rebusan daun kelor juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Ekstrak daun kelor disebut berpotensi mengatasi dislipidemia, salah satu jenis penyakit jantung akibat naiknya kadar kolesterol serta trigliserida di tubuh. Lalu, sebagai obat tradisional, biji daun kelor juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah serta meningkatkan fungsi jantung.

    Mencegah anemia
    Kandungan zat besi yang cukup tinggi dalam daun moringa membuatnya dipercaya bermanfaat membantu mencegah anemia. Ini bisa terjadi jika mengonsumsi secara rutin bubuk daun kelor dengan dosis sesuai aturan. Meski begitu, perlu penelitian lebih jauh untuk memastikan manfaat dari daun kelor.

    Mengurangi gejala menopause
    Khasiat daun kelor yang diolah menjadi bubuk mempunyai manfaat membantu meningkatkan kadar antioksidan pada wanita yang telah mengalami menopause. Pada usia menopause, kadar antioksidan di tubuh memang akan menurun akibat berkurangnya produksi hormon estrogen. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui manfaat daun kelor tersebut.

    Menambah nutrisi anak
    Salah satu manfaat daun kelor yang belum banyak diketahui adalah kemampuannya membantu meningkatkan berat badan anak yang malnutrisi. Khasiat ini bisa didapat dengan mengonsumsi bubuk daun kelor selama dua bulan secara teratur. Meski begitu, jangan serta-merta memberikan olahan daun ini pada anak. Perhatikan efek samping yang mungkin terjadi dan diskusikan terlebih dulu dengan dokter anak mengenai keamanannya.

    Menjaga kesehatan mata
    Daun kelor mempunyai kandungan antioksidan serta betakaroten yang bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan mata. Untuk itu, daun kelor diklaim dapat menghentikan pelebaran pembuluh darah retina, mencegah penebalam membran kapiler, sekaligus menghambat disfungsi retina.

    Meredakan asam urat
    Daun kelor tergolong aman bagi penderita asam urat karena adanya kandungan zat aktif yang bermanfaat menurunkan kadar asam urat melalui beberapa tahap. Proses untuk mencegah nyeri tak tertahankan adalah dengan menghambat sintesis asam urat, stres oksidatif, dan inflamasi.

    Cara mengolah daun kelor
    Anda bisa mendapatkan khasiat daun kelor dengan pengolahan yang sederhana di rumah. Bagi yang suka lalapan, daun kelor bisa langsung dimakan tanpa dimasak. Namun, pastikan mencuci daunnya hingga bersih di bawah air mengalir. Beberapa cara mengolah daun kelor:

    Direbus
    Cara mengolah daun kelor yang paling tradisional adalah minum rebusan daun kelor atau mengonsumsinya seperti sayuran pada pecel atau lalap. Namun, sebaiknya jangan merebus daun kelor terlalu lama agar kandungan antioksidan di dalamnya tidak terbuang.

    Dijadikan teh
    Cara mengolah daun kelor yang cukup variatif adalah dengan menjadikannya teh tubruk atau celup. Pilih daun kelor yang masih ada batangnya agar mudah digantung dengan tali dalam ruangan tertutup berventilasi. Proses pelayuan ini membutuhkan waktu tiga hari. Saat sudah kering, haluskan daun agar bisa dimasukkan ke dalam kantung teh dan dijadikan teh celup. Anda juga bisa langsung menyeduh dengan air panas.

    Efek samping daun kelor
    Selain manfaat, banyak orang masih mengabaikan efek samping daun kelor. Padahal, bisa terjadi kemungkinan alergi hingga tekanan darah yang turun berlebihan (hipotensi). Berikut ini beberapa efek samping daun kelor yang perlu diwaspadai, seperti:

    Berbahaya bagi ibu hamil
    Pasalnya, akar, batang, dan bunga kelor mengandung zat kimia yang bisa membuat rahim berkontraksi. Bahkan pada praktik pengobatan tradisional yang biasa digunakan untuk menggugurkan kandungan. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi daun kelor selama kehamilan sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu ke dokter kandungan untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

    Menganggu kerja obat diabetes
    Jika sedang menjalani pengobatan medis untuk diabetes, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dulu ke dokter sebelum mengonsumsi daun kelor sebab mengonsumsi keduanya secara bersamaan berisiko menurunkan kadar gula darah secara berlebihan. Tubuh bisa mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah di bawah normal.

    Mengganggu kerja obat darah tinggi
    Mekanisme efek samping daun kelor yang satu ini tidak jauh berbeda dari penjelasan sebelumnya. Ini bisa saja memicu hipotensi sehingga Anda menjadi lemas, pusing, atau pingsan. Jika rutin mengonsumsi obat darah tinggi, sebaiknya tunda niat mencoba manfaat daun kelor sebelum berkonsultasi dengan ke dokter.

    Memperparah hipotiroidisme
    Menggunakan daun kelor dosis berlebih dinilai berisiko menambah keparahan kondisi hipotiroidisme. Hipotirodisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon dalam jumlah yang cukup. Hal ini bisa mengakibatkan berat badan naik tanpa sebab, depresi, rambut dan kulit yang kering, nyeri otot, dan badan selalu terasa lelah.

    Baca juga: Menikmati Manfaat Daun Kelor dengan 5 Cara Mengolah yang Benar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.