10 Gejala Awal Demensia Alzheimer, Segera Deteksi Dini

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi pasangan lansia. Unsplash.com/Matthew Benner

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat menganggap demensia atau pikun merupakan kondisi yang lazim dialami oleh para lanjut usia atau lansia. Padahal penyakit ini sejatinya bisa dideteksi sejak dini untuk mencegah tingkat keparahannya.

Data Alzheimer’s Disease International atau ADI memperkirakan kasus demensia Alzheimer akan meningkat dari 55 juta menjadi 78 juta pada 2030. Kondisi tersebut diperparah oleh pandemi Covid-19, di mana aktivitas para lansia menjadi sangat terbatas dan kesulitan bersosialisasi. Keadaan ini secara tidak langsung memicu peningkatan kasus demensia Alzheimer.

Direktur Eksekutif Alzheimer Indonesia atau ALZI, Michael Dirk R. Maitimoe mengingatkan pentingnya seseorang yang menginjak usia lanjut untuk melakukan deteksi dini apabila muncul tanda-tanda, seperti pikun, lupa arah pulang, hingga gangguan berkomunikasi yang mengganggu aktivitas keseharian. "Anggota keluarga yang tinggal bersama lansia atau lansia itu sendiri dapat melakukan indentifikasi awal untuk mengetahui gejala demensia Alzheimer," kata Michael dalam jumpan pers daring berjudul "Kenali Demensia Alzheimer dan Pentingnya Deteksi Dini" pada Jumat, 24 September 2021.

Berikut sepuluh gejala demensia Alzheimer. Jika pendamping atau lansia itu sendiri merasakan gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis saraf, psikiatri, atau geriatri. 

  1. Gangguan daya ingat
    Salah satu gejala paling menonjol adalah sering lupa. Lupa di mana parkir, lupa membuat janji, lupa menaruh kacamata, mengulang percakapan yang sama, dan sebagainya. Orang dengan demensia memiliki frekuensi lupa yang sangat tinggi.

  2. Sulit fokus
    Orang dengan demensia sulit fokus saat mengerjakan sesuatu. Misalkan ketika diminta berhitung dengan bilangan sederhana, mereka sudah tidak bisa runut dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk melakukan suatu pekerjaan.

  3. Sulit melakukan kegiatan yang biasa dikerjakan
    Orang tersebut kesulitan merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari. Sering bingung bagaimana memulai suatu kegiatan, padahal selama ini dia sudah terbiasa melakukannya.

  4. Disorientasi
    Bingung atau disorientasi ruang dan waktu. Orang dengan demensia sering kali bingung di mana mereka berada dan bagaimana mereka sampai ke suatu tempat. Ini pula yang sering mengakibatkan lansia tersasar atau hilang.

  5. Kesulitan memahami visuospasial
    Kesulitan membaca, mengukur jarak, susah membedakan warna, tidak mengenali wajah sendiri di cermin, menabrak cermin sampai tidak tepat saat menuang air ke dalam gelas.

  6. Gangguan komunikasi
    Orang dengan demensia tak jarang kesulitan saat menyampaikan sesuatu, sulit mencari kata yang tepat, sering berhenti di tengah percakapan, dan bingung untuk melanjutkan kalimat yang hendak diucapkan.

  7. Menaruh barang tidak pada tempatnya
    Masih imbas dari lupa tadi, orang dengan demensia terkadang menuduh orang lain mencuri atau menyembunyikan benda miliknya. Padahal dia sendiri yang tidak meletakkan barang tersebut pada tempatnya.

  8. Salah membuat keputusan
    Orang dengan demensia tak mampu lagi mematutkan penampilan. Kerap memakai busana yang tidak serasa, cenderung tidak bisa merawat diri dengan baik, dan tak dapat memperhitungkan transaksi, sehingga kerap memberikan uang dalam jumlah yang lebih banyak dari seharusnya.

  9. Menarik diri dari pergaulan
    Enggan berkumpul dengan keluarga dan teman, lebih memilih sendiri, ogah bertemu dengan orang lain, dan tidak antusias lagi dengan hobi yang biasa dijalani.

  10. Perubahan perilaku dan kepribadian
    Emosi yang berubah secara drastis juga menjadi pertanda Alzheimer. Orang dengan demensia kerap menaruh curiga, depresi, atau bergantung secara berlebihan kepada anggota keluarga. Mereka juga lebih sensitif, sehingga gampang kecewa dan merasa putus asa.

Michael mengingatkan agar masyarakat jangan memaklumi pikun. Demensia atau pikun, menurut dia, bukan bagian dari proses penuaan normal. "Ini adalah krisis kesehatan paling signifikan di abad ke-21," ujarnya. Adapun prevalensi demensia di Indonesia, menurut World Alzheimer's Report pada 2016 mencapai empat juta jiwa pada 2050.

Baca juga:
Tak Hanya Lansia, Orang Muda pun Bisa Terserang Alzheimer






Perawatan yang Dapat Diberikan pada Penderita Demensia

18 jam lalu

Perawatan yang Dapat Diberikan pada Penderita Demensia

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk merawat pasien demensia. Berikut di antaranya.


Siapa pun Bisa Terserang Demensia, Tak Hanya Lansia

20 jam lalu

Siapa pun Bisa Terserang Demensia, Tak Hanya Lansia

Dokter mengatakan pikun atau demensia tidak hanya menyerang lansia tetapi bisa juga yang masih berusia muda. Kenali gejala dan faktor risiko.


Demensia dengan Body Lewy: Penyebab, Gejala dan Perawatannya

2 hari lalu

Demensia dengan Body Lewy: Penyebab, Gejala dan Perawatannya

Gejala demensia dengan Body Lewy seperti halusinasi, kebingungan, hingga rasa mengantuk yang berlebih


Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer

7 hari lalu

Demensia Vaskular, Jenis Demensia Paling Umum Kedua Setelah Azheimer

Diperkirakan antara 5 hingga 10 persen orang di atas usia 65 memiliki demensia vaskular.


7 Langkah Mengurangi Risiko Demensia di Usia Muda

8 hari lalu

7 Langkah Mengurangi Risiko Demensia di Usia Muda

Demensia juga dapat dialami oleh orang yang lebih muda yang disebut Young Onset Demensia. Berikut langkah-langkah mengurangi risikonya.


Masih Muda kok Mengalami Alzheimer? Mengenal Young Onset Demensia

8 hari lalu

Masih Muda kok Mengalami Alzheimer? Mengenal Young Onset Demensia

Young Onset Demensia menyumbang sekitar 2 hingga 8% dari semua kasus demensia.


Tak Cuma Bikin Melek, Ini Sederet Manfaat Minum Kopi

9 hari lalu

Tak Cuma Bikin Melek, Ini Sederet Manfaat Minum Kopi

Tak hanya nikmat, ada banyak manfaat minum kopi, mulai dari merangsang sel-sel otak hingga membuat kenyang lebih lama setelah makan.


Bukan Hanya Lansia, Orang Muda Juga Bisa Terserang Demensia Alzheimer

9 hari lalu

Bukan Hanya Lansia, Orang Muda Juga Bisa Terserang Demensia Alzheimer

Tak hanya lansia, orang yang masih berusia 30 tahun pun bisa mengalami demensia Alzheimer. Apa saja faktor pemicunya?


Pesan Dokter buat Keluarga Pasien Demensia

9 hari lalu

Pesan Dokter buat Keluarga Pasien Demensia

Dokter mengatakan keluarga merupakan pengasuh atau caregiver yang paling ideal untuk merawat pasien demensia


5 Makanan yang Bermanfaat untuk Kesehatan Otak dan Daya Ingat

12 hari lalu

5 Makanan yang Bermanfaat untuk Kesehatan Otak dan Daya Ingat

Kesehatan otak keutamaan untuk mencegah kondisi mudah lupa