Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Masker N95 dan KN95

Reporter

Editor

Nurhadi

Masker P2/N95. Directindustry.de

TEMPO.CO, Jakarta - Masker N95 dan KN95 memiliki sedikit kemiripan. Tapi, tahukah Anda kalau keduanya sangat berbeda?

Beberapa orang mungkin menganggap masker N95 dan KN95 sama, tapi kedua jenis masker medis ini jelas berbeda. KN95 mempunyai jahitan di tengah, sehingga Anda bisa melipatnya jadi dua.

Kedua jenis masker ini dianggap lebih efektif dalam mencegah penyebaran dan penularan virus Covid-19 bila dibandingkan dengan masker bedah atau masker kain. Meski sama-sama bisa menyaring partikulat aerosol hingga 95 persen, namun keduanya memiliki standar yang berbeda.

Dilansir dari laman Healthline, Rabu, 3 Februari 2021, N95 telah disetujui oleh Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH), yaitu organisasi Amerika Serikat yang bertanggung jawab untuk mengatur penggunaan masker. Sedangkan KN95 belum disetujui oleh NIOSH. 

Tetapi, KN95 telah disetujui penggunaannya di Cina. Dalam perkembangannya, yang dilansir dari laman Health, Selasa, 1 Juni 2021, masker N95 menjadi agak langka di AS karena gelombang Covid-19.

Sehingga banyak orang beralih ke KN95 supaya tenaga medis tidak kehabisan masker N95. Apalagi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memberikan izin penggunaan darurat (EUA) kepada tujuh merek masker KN95, jadi makin banyak yang menggunakan jenis masker ini.

Meski begitu, masih ada keraguan mengenai KN95. "Yang mengatakan bahkan KN95 tidak memenuhi standar AS untuk efisiensi penyaringan, mungkin masih memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap Covid-19 daripada masker bedah atau kain," kata dokter darurat di Lenox Hill Hospital, Robert Glatter, yang dikutip Tempo dari Healthline.

Kedua masker medis itu, N95 atau KN95, terbuat dari beberapa lapisan bahan sintetis dan dimaksudkan untuk dikenakan di atas mulut dan hidung. Dengan memakai masker secara benar, keduanya mampu menyaring 95 persen partikel aerosol yang berpotensi membawa virus corona baru.

AMELIA RAHIMA SARI

Baca juga: Jangan Mudah Tertipu, Begini Cara Mengecek Masker Medis Asli atau Palsu






Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

16 jam lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

19 jam lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

1 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

1 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

1 hari lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

1 hari lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar


Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

1 hari lalu

Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

Toyota Motor Corp mencatat total penjualan global sebanyak 10,5 juta unit sepanjang 2022, mengalahkan Volkswagen yang hanya menjual 8,9 juta unit.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

2 hari lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.


Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

2 hari lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.


Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

2 hari lalu

Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memantau situasi Covid-19 di China.