Cerita Mitologi Tembakau Campalok dari Madura

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iwan (27 tahun) memanen daun tembakau di kawasan dataran tinggi Kiarapayung, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, 27 Februari 2021. Petani tembakau sendiri mengecam kenaikan tarif cukai rokok 12,5 persen yang berimbas pada daya serap tembakau di pasar, setelah pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau rata-rata tertimbang sebesar 12,5% pada 1 Februari 2021. TEMPO/Prima Mulia

    Iwan (27 tahun) memanen daun tembakau di kawasan dataran tinggi Kiarapayung, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, 27 Februari 2021. Petani tembakau sendiri mengecam kenaikan tarif cukai rokok 12,5 persen yang berimbas pada daya serap tembakau di pasar, setelah pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau rata-rata tertimbang sebesar 12,5% pada 1 Februari 2021. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pulau Madura sejak dulu menjadi salah satu wilayah sentra perkebunan tembakau di Nusantara. Di Pulau Garam itu tidak hanya tumbuh tembakau-tembakau masyhur seperti Prancak, Montorna, atau Bekong semata, tetapi juga tumbuh tembakau Campalok yang punya harga setara dengan tembakau Srinthil yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah.

    Dilansir pta.trunojoyo.ac.id, tembakau Campalok bisa dikategorikan sebagai tembakau yang punya harga fantastis ketimbang tembakau lainnya dan tembakau tersebut memiliki hikayat yang melegenda layaknya mitologi tembakau Srinthil.

    Nama Campalok sendiri diambil dari tempat tumbuh tembakau tersebut. Campalok adalah lokasi pemakaman yang terletak di Dusun Jambangan, Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

    Mitologi dari tembakau Campalok ini berasal dari kisah Pottre Koneng, putri asal Keraton Sumenep yang selalu menyinggahi dan menjatuhkan bunganya di atas tanah Jambangan. Kebiasaan itulah yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sana bisa mempengaruhi cita rasa tembakau Campalok

    Kemudian bagi para pecinta tembakau yang ingin mendapatkan tembakau Campalok, mereka bisa berkunjung ke lahan Campalok yang berada di Sumenep Kota Sumenep. Pengunjung nantinya harus menempuh waktu selama 1 jam untuk menuju ke tempat itu dan harus melewati 4 kecamatan yakni, Batuan, Lenteng, Ganding dan Guluk-Guluk.

    PRIMANDA ANDI AKBAR

    Baca juga: 5 Daerah Penghasil Tembakau Terbaik di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.