Computer Vision Syndrome, Rentan Bagi yang Sering Menatap Komputer dan Ponsel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bekerja dari rumah. (Shutterstock)

    Ilustrasi bekerja dari rumah. (Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang yang sering menatap layar komputer dan ponsel rentan mengalami Computer Vision Syndrome. Dokter Spesialis Mata, Damara Andalia mengatakan sindroma ini mengakibatkan sakit kepala dan ketegangan pada mata serta otot di sekitarnya.

    "Gejala Computer Vision Syndrome adalah nyeri kepala, iritasi mata, penglihatan menjadi buram, penglihatan menjadi ganda, mata merah, dan mata terasa kering," kata Damara. Untuk mencegah sindroma ini, orang yang intens melihat layar komputer dan ponsel atau memiliki 'screentime' dalam waktu lama, mesti menerapkan aturan 20-20-20.

    Aturan 20-20-20 berarti istirahat 20 detik dengan melihat ke objek sejauh 20 kaki (sekitar enam meter) setelah 20 menit menatap layar komputer atau ponsel. Ketika bekerja dari rumah atau mengerjakan tugas sekolah dari rumah, maka mata berupaya melihat objek dari dekat atau dalam jarak kurang dari enam meter.

    Ilustrasi bekerja dari rumah (WFH). Shutterstock

    Melihat objek dari dekat membuat otot mata berkontraksi. Sementara melihat ke kejauhan, maka otot mata akan relaksasi. Langkah yang sama juga perlu dilakukan meski kamu menggunakan komputer atau ponsel dengan layar yang diklaim tidak membuat mata cepat lelah. "Usahakan membatasi atau beri jeda setiap menatap layar," kata Damara.

    Yang juga penting adalah cahaya di sekeliling kita saat menggunakan komputer atau ponsel. Jangan terlalu terang dan tidak pula terlalu gelap karena mata akan menyesuaikan diri dengan situasi atau terang redup cahaya di sekitar. Jika kurang terang, nyalakan lampu atau buka jendela agar cahaya matahari masuk. Apabila terlalu terang, redupkan lampu atau tutup tirai kemudian sesuaikan dengan kenyamanan mata.

    Baca juga:
    Sindrom Mata Kering, Penyebab dan Cara Mencegah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.