Cerita Adonan yang Menyelamatkan Dapur Cokelat Selama Pandemi Covid-19

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Pendiri Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty. Dok. Dapur Cokelat

TEMPO.CO, Jakarta - Hampir tiada bisnis yang tak terimbas pandemi Covid-19. Begitu juga dengan yang dialami oleh Dapur Cokelat, sebuah toko kue dan cokelat yang berdiri pada 2001. Pendiri Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty menceritakan dua ujian besar dalam perjalanan 20 tahun usahanya adalah fenomena di era digital dan wabah corona.

"Pandemi membuat kami tak tahu lagi harus bagaimana. Penjualan turun, omzet nyusruk. Tapi kami tetap harus beradaptasi dan mencari ide," kata Ermey dalam acara virtual peluncuran buku berjudul "Dapur Cokelat Bercerita" pada Kamis, 7 Oktober 2021. Saat itu Ermey Trisniarty dan suami, Okky Dewanto berusaha mempertahankan bisnis mereka. Namun apa daya, mereka terpaksa merumahkan sekitar 30 karyawan.

Ermey mengatakan dia dan Okky tidak bisa tidur selama tiga hari karena harus membuat keputusan pahit itu. "Pak Okky sampai menangis dan minta maaf di depan karyawan," ujar Ermey. Sementara puluhan orang itu dirumahkan, mereka tetap harus mencari terobosan bagi ratusan karyawan yang masih bertahan. "Kami harus menemukan jalan keluar. Yang penting kita melewati semua ini dulu."

Pendiri Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty. Dok. Dapur Cokelat

Manajemen Dapur Cokelat kemudian membuat riset tentang perilaku konsumen selama pandemi Covid-19. Intinya, pelanggan belum berani datang ke toko. Mereka juga masih ragu memesan kue dan cokelat lewat daring karena berpotensi kontak dengan pengantar atau setidaknya pada kemasan. Satu lagi kondisi yang terjadi di awal pandemi tahun lalu adalah ketika sebagian besar orang kembali ke dapur untuk memasak.

Artinya, menurut Ermey, masih ada peluang buat Dapur Cokelat untuk menjual adonan premix. "Pelanggan merasa aman karena memasak sendiri di rumah dan kami tetap menjual bahan bakunya. Itu yang membuat kami bisa bertahan," ucap Ermey. Selama ini Dapur Cokelat memang tidak menjual adonan tersebut karena untuk dipasok ke toko-toko di luar Jakarta.

Ternyata pelanggan menyambut penjualan adonan premix. Ermey sampai "turun gunung" mendemonstrasikan bagaimana cara membuat kue ala Dapur Cokelat dengan menggunakan tepung premix. "Ini sangat laku sampai kapasitas produksi kami tidak memenuhi," ujarnya.

Pandemi Covid-19 dan dunia digital memaksa manajemen Dapur Cokelat untuk mengembangkan produknya. "Kuncinya adalah mau belajar dan inovasi," ujar Ermey. Dapur Cokelat masuk ke ranah digital dan kini sudah tersedia di marketplace atau layanan belanja online. Konsekuensinya, menurut Ermey, mereka harus menyediakan produk tanpa peduli di mana pelanggannya. "Artinya, ke Papua pun harus bisa sampai."

Baca juga:
Cara Kedai Kopi Bertahan Selama Pandemi: Modifikasi Kemasan dan Nego PLN






Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

11 jam lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

11 jam lalu

China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

China yakin pandemi Covid-19 segera berakhir seiring dengan jumlah kasus positif dan kematian yang terus menurun.


Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

22 jam lalu

Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

Profil Richard Liu pendiri JD.ID


JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

23 jam lalu

JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menutup platformnya secara permanen mulai 15 Februari 2023. Perusahaan ini ternyata anak perusahaan asal Cina, JD.com.


Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ini Cara Bedakan Stand Kuliner Halal dan Nonhalal

1 hari lalu

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ini Cara Bedakan Stand Kuliner Halal dan Nonhalal

Berbagai makanan dan minuman tradisional hingga kekinian tumplek di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.


Fakta Menarik Viral Nasi Minyak di Surabaya

1 hari lalu

Fakta Menarik Viral Nasi Minyak di Surabaya

Nasi minyak kuliner Surabaya sering dibicarakan belakangan ini, karena banyaknya minyak goreng yang dicampur dalam hidangan hingga menjadi viral.


Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

1 hari lalu

Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

WHO menilai risiko terbaru tentang Omicron XBB.1.5 atau Kraken sebagai subvarian yang sangat menular sehingga protokol kesehatan perlu dijaga.


Sensasi Menikmati Salad Sayur Microgreen yang Langsung Dipetik di Depan Mata

2 hari lalu

Sensasi Menikmati Salad Sayur Microgreen yang Langsung Dipetik di Depan Mata

Pengunjung bisa melihat sendiri tumbuhan yang siap dipetik untuk dimasukkan ke dalam mangkuk salad mereka


Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

2 hari lalu

Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

Untuk ketiga kalinya, Presiden Jokowi bercerita soal kebijakan yang dia ambil di awal pandemi Covid-19 dengan tidak menerapkan lockdown.


Akhir Pekan, Coba Rekomendasi 10 Kuliner Street Food Jakarta ini

2 hari lalu

Akhir Pekan, Coba Rekomendasi 10 Kuliner Street Food Jakarta ini

Tak perlu jauh-jauh, Jakarta memiliki beragam pilihan makanan berupa kuliner street food yang lezat dan tetap ramah di kantong.