Kelebihan Sepeda Brompton yang Harganya Kini Turun

Reporter

Sepeda merek Brompton yang diserahkan oleh perantara anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara berada di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Februari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Sepeda lipat buatan Inggris, Brompton, mengalami penurunan harga hingga 20 persen karena adanya kelebihan stok di pasar. Penurunan harga tersebut juga disebabkan tren penggunaan sepeda menurun. Selain itu, Brompton juga memiliki target pasar menengah ke atas sehingga para peminatnya tak begitu ramai seperti sepeda lipat biasa.

Jika 2020 sepeda Brompton dijual dengan harga Rp 40-100 juta, kini sepeda lipat tersebut bisa dibeli dengan harga Rp 30-80 juta. Namun, harga tersebut juga tergantung seri dan tipe yang ditawarkan. Berikut kelebihan Brompton bagi para pesepeda yang ingin membeli setelah harganya turun.

Buatan tangan
Sepeda asal Inggris yang dibuat 1975 di London ini banyak diminati para pegiat sepeda karena rancangan tangan. Brompton terkenal dengan aspek buatan tangan yang dinilai lebih bagus dari sepeda pabrikan. Buatan tangan tersebut mampu menghasilkan sepeda yang lebih presisi dan nyaman digunakan. Selain itu, ketelitian penyusunan onderdil sepeda lipat ini juga lebih bagus. Pengelasan setiap unit dilakukan oleh pengelas profesional. Kemudian, bagian tahap produksi lain pun ditangani oleh tangan-tangan profesional.

Simpel, mudah dilipat, ringan
Brompton memang dikhususkan bagi para pesepeda yang memiliki aktivitas berlebih. Di Inggris, para pekerja pengguna transportasi umum menjadi pemakai sepeda Brompton terbanyak. Masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi pun menjadi sasaran perusahaan sepeda ini. Pasalnya, sepeda lipat ini sangat ringan jika ingin dibawa ke mana-mana. Selain itu, melipat sepeda Brompton hanya memerlukan waktu beberapa detik tanpa mengeluarkan energi berlebih.

Sepeda ini dinilai lebih praktis dari sepeda lipat lain. Desainnya juga terbilang lebih ringkas bila disandingkan dengan sepeda lipat merek lain. Sepeda lipat Brompton mencoba memanfaatkan setiap bagian sepeda bisa dilipat agar terlipat sekecil mungkin. Dimensi ukuran sepeda saat sudah dilipat pun lebih kecil sehingga para pemakai tak perlu repot dan bingung mencari tempat penyimpanan.

Onderdil kualitas tinggi
"Ada harga, ada rupa", begitu istilah yang patut disematkan untuk Brompton. Brompton sangat menaruh perhatian pada kualitas produk. Meski berbentuk lebih kecil dibanding merek lain, mereka berani menjamin memiliki kualitas rangka terbaik. Bila merek lain menggunakan bahan alumunium, Brompton justru memakai 30 persen rangka dari baja. Yang digunakan adalah jenis baja ringan yang membuat sepeda ini sangat enteng saat dijinjing. Bahkan, onderdil yang digunakan juga dibuat sendiri oleh Brompton agar kualitas yang diberikan maksimal.

Standar dunia
Karena onderdil yang dipasang buatan sendiri, tak heran jika sepeda ini awet digunakan untuk beberapa tahun ke depan. Kualitas dan daya tahan sepeda pun tak perlu diragukan lagi. Selain itu, onderdil yang terpasang standar dunia sehingga para pengguna tak akan khawatir mengenai kerusakan material. Sepeda lipat Brompton aman digunakan di berbagai keadaan yang sulit dijangkau oleh sepeda lipat merek lain.

Baca juga: Tren Bersepeda di Masa Pandemi, Semua Jenis Sepeda Bisa Digunakan






Sepeda Sewa di Sudirman-Thamrin Terbengkalai, Dishub DKI: Operator Tak Bisa Melanjutkan

1 hari lalu

Sepeda Sewa di Sudirman-Thamrin Terbengkalai, Dishub DKI: Operator Tak Bisa Melanjutkan

Kepala Dishub DKI Syarif Liputo mengatakan sedang mengevaluasi lagi program sepeda sewa atau bike sharing.


Deretan Kota yang Cocok untuk Wisata Sepeda di Indonesia

4 hari lalu

Deretan Kota yang Cocok untuk Wisata Sepeda di Indonesia

Sejumlah kota-kota besar di Indonesia mulai memperhatikan dan mendorong penggunaan sepeda untuk kegiatan sehari-hari.


Pakar Minta Heru Budi Hartono Bangun Budaya Bersepeda Warga Jakarta

5 hari lalu

Pakar Minta Heru Budi Hartono Bangun Budaya Bersepeda Warga Jakarta

Pemprov DKI diminta menggencarkan edukasi dan sosialisasi soal penggunaan jalur sepeda dan mengajak masyarakat untuk membangun budaya bersepeda


PHRI Bike Tour 2022 Seri Mandalika, Gowes Melintasi Spot Wisata di Lombok

7 hari lalu

PHRI Bike Tour 2022 Seri Mandalika, Gowes Melintasi Spot Wisata di Lombok

PHRI Bike Tour didesain sebagai kegiatan sport tourism yang menyenangkan dengan diselingi aneka permainan interaktif.


Azas Tigor Duga Ada Mark Up Pengecatan Jalur Sepeda Era Anies, Minta KPK Bergerak

7 hari lalu

Azas Tigor Duga Ada Mark Up Pengecatan Jalur Sepeda Era Anies, Minta KPK Bergerak

Azas Tigor Nainggolan menilai anggaran pengecatan jalur sepeda di Jakarta era Anies Baswedan tidak masuk akal


Komunitas Bike to Work Temui Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono Soal Jalur Sepeda, Begini Profil B2W Indonesia

8 hari lalu

Komunitas Bike to Work Temui Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono Soal Jalur Sepeda, Begini Profil B2W Indonesia

Komunitas bike to work menyoroti rencana Pemprovi DKI Jakarta yang disebut akan menghapus anggaran program jalur sepeda. Begini profil B2W Indonesia.


B2W Indonesia Berharap Heru Budi Komitmen Lanjutkan Pembangunan Jalur Sepeda

9 hari lalu

B2W Indonesia Berharap Heru Budi Komitmen Lanjutkan Pembangunan Jalur Sepeda

B2W Indonesia hari ini bertemu dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono membahas polemik jalur sepeda di Jakarta


Jalur Sepeda DKI Dapat Anggaran Rp7,5 Miliar dari Usulan Rp38 Miliar

10 hari lalu

Jalur Sepeda DKI Dapat Anggaran Rp7,5 Miliar dari Usulan Rp38 Miliar

Meski jalur sepeda dapat anggaran Rp7,5 miliar, tapi tidak diperuntukkan untuk penambahan jalur baru


Jalur Sepeda Sering Diserobot Pengendara Sepeda Motor, Pesepeda Jadi Waswas

15 hari lalu

Jalur Sepeda Sering Diserobot Pengendara Sepeda Motor, Pesepeda Jadi Waswas

Dari pantauan Tempo, jalur sepeda yang ada di ruas Jalan Cikini Raya kerap diserobot pengendara sepeda motor.


Agar Jalur Sepeda Steril, B2W Indonesia Minta Pemprov Tiru Cara Transjakarta

17 hari lalu

Agar Jalur Sepeda Steril, B2W Indonesia Minta Pemprov Tiru Cara Transjakarta

Ketua Umum B2W Indonesia, Fahmi Saimima, mengatakan perlu ada pendidikan dan penegakan hukum yang tegas untuk membuat masyarakat peduli jalur sepeda