Alasan di Balik Kesetiaan Anjing Terhadap Pemiliknya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelatihan anjing penyelamat dalam bencana gempa bumi. Shutterstock

    Ilustrasi pelatihan anjing penyelamat dalam bencana gempa bumi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta – Kisah kesetiaan anjing Hachiko di Jepang atau Hachito di Bolivia kepada tuannya, meskipun sudah meninggal memberikan keharuan sendiri bagi pecinta hewan. Berbeda dengan jenis hewan peliharaan lain, anjing dikenal sebagai hewan yang loyal dan setia kepada majikannya. Anjing akan menangis ketika meninggalkan rumah, melompat kegirangan ketika pemiliknya pulang, dan mengendus dengan penuh sayang. Lantas, mengapa anjing begitu setia kepada manusia?

    Melansir laman foundsanimal.org, pakar hewan mengaitkan kesetiaan anjing dengan faktor sejarah yang melatarbelakanginya. Canis lupus familiaris dan homo sapiens memiliki hubungan yang kuat sejak bertahun-tahun lalu. Dalam hal ini, anjing dipercaya merupakan revolusi dari serigala.

    Setelah serigala berevolusi menjadi anjing, manusia dan anjing hidup bersama dalam harmoni. Selain itu, tulang-tulang anjing pertama kali ditemukan di dekat pemukiman manusia sejak 13.000 tahun lalu.  Hal ini menunjukkan bahwa anjing dan manusia saling mengandalkan satu sama lain sehingga hubungannya menjadi erat layaknya sahabat.

    Sejak awal menjadi sahabat manusia, anjing menjadi terikat secara emosional dengan manusia. Banyak anjing yang dapat menangkap suasana hati manusia, baik saat sedih atau pun marah. Pemilik anjing pun tahu bagaimana merespon dengan bijak atas perilaku anjing ini. Misalnya, pemilik dapat membaca ekspresi anjing, kapan anjing takut, kesal, atau gembira.

    Melansir laman southernliving.com. kesetiaan juga merupakan perilaku alamiah anjing karena anjing termasuk jenis hewan pack (pak). Jenis hewan ini merupakan hewan makhluk sosial yang lebih senang ditemani hewan lain baik ketika makan, tidur, berburu, dan hidup dalam sebuah kumpulan. Perilaku ini juga merupakan bentuk mekanisme bertahan hidup yang saling bergantung satu sama lain dalam kelompok hewan.

    Kondisi mental ini dipercaya sebagai penyebab anjing setia kepada tuannya. Selain menyukai pelukan hangat dari pemiliknya, anjing juga merasa bahwa kesetiaan dengan manusia membuatnya tetap hidup.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Ini Modal yang Harus Dipenuhi Sebelum Memelihara Anjing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.