Kapan Tindakan Masektomi Dilakukan Bagi Pasien Kanker Payudara?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi peduli kanker payudara. Shutterstock

    Ilustrasi peduli kanker payudara. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kadang terdapat kondisi tertentu pada salah satu bagian tubuh wanita sehingga harus melakukan masektomi. Dikutip dari Breastcancer.or, masektomi adalah pengangkatan satu atau dua payudara. Masektomi bisa dilakukan karena beberapa alasan, yaitu untuk mencegah menyebarnya kanker payudara.

    Bagi mereka yang menderita kanker payudara stadium awal, masektomi bisa menjadi salah satu pilihan pengobatan. Salah satunya yaitu operasi konservasi payudara (lumpektomi), di mana hanya tumor yang diangkat dari payudara, dapat menjadi pilihan lain.

    Keduanya, baik lupektomi dan masektomi merupakan pilihan yang sulit, namun sama-sama efektif untuk mencegah kambuhnya kanker payudara. Tetapi lumpektomi bukanlah pilihan untuk semua orang dengan kanker payudara, banyak orang lebih suka menjalani mastektomi.

    Berdasarkan Mayoclinic.org, terdapat teknik mastektomi terbaru yang dapat menjaga kulit payudara dan memungkinkan penampilan payudara yang lebih alami setelah dilakukan operasi yang juga dikenal sebagai skin-sparing masectomy.

    Pembedahan untuk mengembalikan bentuk payudara Anda atau disebut rekonstruksi payudara dapat dilakukan pada saat yang sama dengan masektomi  atau selama operasi kedua di kemudian hari.

    Mengapa seseorang menjalani masektomi?

    Mastektomi dilakukan untuk mengangkat semua jaringan payudara jika seseorang menderita kanker payudara atau berisiko sangat tinggi untuk menderita kanker payudara. Masektomi dapat dilakukan pada salah satu payudara atau keduanya.

    Dari berbagai sumber menyebutkan, terdapat juga masektomi yang bertujuan untuk mencegah timbulnya kanker payudara, yaitu:

    Mastektomi preventif (profilaksis) atau pengurangan risiko yang melibatkan pengangkatan kedua payudara dan mengurangi risiko terkena kanker payudara di masa depan secara signifikan.

    Masektomi profilaksis djalani oleh mereka yang memiliki risiko kanker payudara yang sangat tinggi, dilihat dari riwayat keluarga yang kuat akan kanker payudara atau adanya mutasi genetik tertentu yang meningkatkan risiko kanker payudara.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Mengenal 4 Tipe Masektomi untuk Pengobatan Kanker Payudara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.