Ini Bahayanya jika Kepala Terbentur dengan Keras

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Polisi banting mahasiswa saat aksi unjuk rasa memperingati hari ulang tahun ke-389 Kabupaten Tangerang. Instagram

    Polisi banting mahasiswa saat aksi unjuk rasa memperingati hari ulang tahun ke-389 Kabupaten Tangerang. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa hari lalu media sosial diriuhkan dengan video seorang polisi berpakaian hitam yang membanting Muhammad Fariz Amrullah salah satu mahasiswa peserta demonstrasi di Kabupaten Tangerang. Dalam video tersebut, tampak Fariz mengalami kejang-kejang setelah dibanting dengan kondisi punggung dan kepalanya diduga membentur tanah.

    Benturan keras pada kepala dapat menyebabkan cedera yang bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Mengutip artikel dari laman resmi Ciputra Hospital, Kamis, 20 Mei 2021 yang telah ditinjau oleh dr. Valda Garcia, kejang menjadi salah satu ciri dari cedera kepala berat. 

    Cedera kepala merupakan kondisi terganggunya fungsi otak, tengkorak dan kulit kepala, akibat benturan atau pukulan dari eksternal. Bentuk cedera kepala dapat berupa benjolan, memar ringan, hingga cedera otak yang traumatis. Berikut beberapa jenis cedera kepala:

    1. Hematoma
    Hematoma merupakan kumpulan darah yang mengalir di luar pembuluh darah. Kondisi ini bisa serius jika aliran darah masuk ke dalam otak. Pembekuan dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam tengkorak hingga berakibat hilangnya kesadaran sampai dengan kerusakan otak permanen bagi penderitanya.

    2. Pendarahan di dalam dan sekitar otak

    Pendarahan yang terjadi di sekitar otak sering menyebabkan sakit kepala dan muntah. Sementara pendarahan di jaringan otak dapat menimbulkan peningkatan tekanan pada otak, jika tingkatnya sudah sangat parah.

    3. Gegar Otak

    Kondisi ini terjadi jika benturan sampai menembus dinding keras otak. Jika sudah begini, fungsi otak akan terganggu. Jika benturan terjadi berulang kali, dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen.

    4. Pembengkakan
    Jika terjadi pembengkakan, otak akan mengalami peningkatan tekanan hingga menekan tulang tengkorak

    5. Fraktur Tengkorak

    Jika tulang tengkorak patah dan potongannya sampai masuk ke otak bisa berdampak pada pendarahan dan cedera yang lebih serius lainnya.

    6. Cedera Aksonal Difus

    Cedera jenis ini tidak menyebabkan pendarahan tapi langsung merusak sel otak. Hal ini merupakan salah satu jenis cedera kepala yang paling berbahaya karena bisa membuat otak rusak permanen hingga kematian.

    EIBEN HEIZER

    Baca juga:

    Polisi Banting Mahasiswa, Ini Alasan Brigadir NP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.