Vaksin Covid-19 Mampu Melindungi dari Virus Lain? Berikut Penjelasannya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga Suku Baduy Luar di Ciboleger, Lebak, Banten, Senin, 27 September 2021. Vaksinasi Covid-19 ini diikuti sebanyak 34 warga Suku Baduy Luar. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga Suku Baduy Luar di Ciboleger, Lebak, Banten, Senin, 27 September 2021. Vaksinasi Covid-19 ini diikuti sebanyak 34 warga Suku Baduy Luar. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga saat ini, sebagaimana dilansir dari news.un.org, jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di dunia mengalami penurunan yang cukup drastis. Penurunan tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari kehadiran vaksin Covid-19. Vaksin Covid-19 terbukti mampu mencegah dampak terburuk dari pandemi Covid-19.

    Meski telah berhasil membawa penurunan kasus yang drastis, uji coba terhadap vaksin Covid-19 tidak berhenti untuk dilakukan. Salah satu uji coba terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation menemukan bahwa vaksin Covid-19 ternyata tidak hanya mampu mencegah virus SARS-CoC-2 saja, tetapi juga berbagai jenis virus lain. Dengan kata lain, vaksin Covid-19 mampu digunakan untuk mengatasi infeksi virus lain.

    Jurnal yang bisa diunduh di jci.org tersebut melaporkan sebuah hasil percobaan terhadap manusia dan tikus yang terinfeksi tiga jenis virus, yakni SARS-CoV-1, SARS-CoV-2, dan OC43. Masing-masing virus tersebut merupakan penyebab dari penyakit SARS, Covid-19, dan flu biasa. Hasil uji coba menunjukkan bahwa seseorang yang telah menerima suntikan vaksin Covid-19, atau memiliki kekebalan alami karena pernah terinfeksi Covid-19, ternyata juga memiliki kekebalan yang sama terhadap dua jenis virus lain.

    Hasil yang sama juga dapat ditemukan pada tikus yang memperoleh vaksin Covid-19. Tikus-tikus tersebut juga memiliki kekebalan yang sama terhadap dua virus lain setelah menerima suntikan vaksin Covid-19. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

    Dilansir dari news.northwestern.edu, vaksin Covid-19 dapat bereaksi dengan dua virus lain karena dua virus tersebut memiliki kedekatan struktur genetik dengan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Karena itu, jenis-jenis virus lain yang memiliki kemiripan struktur genetik dengan SARS-CoV-2 hingga 70 persen kemungkinan akan bereaksi dengan vaksin Covid-19.

    Meskipun demikian, temuan tersebut bukan berarti tanpa celah. Sebagaimana dilansir dari forbes.com, Pablo Penaloza-MacMaster, seorang peneliti dari Northwestern University yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengungkapkan bahwa penelitian tersebut masih memerlukan tindak lanjut.

    Berbagai penelitian baru perlu dilakukan untuk menguji berapa lama antibodi vaksin Covid-19 akan bertahan terhadap jenis virus lain. Selain itu, virus-virus yang tingkat kemiripan struktur genetiknya tidak mencapai 70 persen kemungkinan besar tidak akan bereaksi terhadap vaksin Covid-19. 

    NAOMY AYU NUGRAHENI 

    #Jagajarak #Pakaimasker #Cucitangan

    Baca: Arab Saudi Beri Vaksin Covid-19 ke Pelancong yang Belum Divaksinasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.