Kelainan Bentuk Tulang dan Cara Mengatasinya

Reporter

Ilustrasi implan tulang. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Metode pembedahan minimal invasif limb lengthening and reconstruction bisa membantu mengoreksi kelainan tulang pada lengan dan tungkai kaki akibat cedera atau bawaan lahir, dapat dilakukan mulai usia anak hingga dewasa. Begitu penjelasan dr. Faisal Miraj, Sp.OT (K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Indonesia.

Faisal menyatakakan tindakan limb lengthening and reconstruction memungkinkan pemanjangan tungkai, serta memperbaiki kelainan bentuk tulang baik pada anak, remaja, maupun dewasa. Tindakan ini juga dilakukan dengan metode invasif minimal sehingga masa pemulihan lebih singkat. Setelah tindakan dilakukan, bersamaan dengan program fisioterapi yang berkesinambungan diharapkan pasien dapat segera beraktivitas kembali dengan normal.

Pembedahan minimal invasif adalah suatu tindakan bedah yang lebih meminimalkan luka sayatan dan rasa nyeri pada pasien. Spesialis bedah ortopedi konsultan ortopedi anak, limb lengthening and reconstruction RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya itu menjelaskan, limb lengthening and reconstruction yakni salah satu bidang ortopedi untuk melakukan pemanjangan alat gerak di lengan dan tungkai kaki pada beberapa keadaan, misalnya tungkai kaki tidak sama panjang atau untuk menambah tinggi badan.

Bidang ini juga dapat mengoreksi kelainan bentuk, seperti tulang yang bengkok dan melengkung, penanganan infeksi tulang, hilangnya sebagian segmen tulang karena cedera atau infeksi tulang yang luas, serta keadaan patah tulang yang tidak dapat menyambung maupun yang menyambung dengan bentuk tidak normal, baik bengkok, berputar, atau memendek.

Faisal memaparkan tindakan pengoreksian tulang biasanya dilakukan akibat adanya kelainan tulang, khususnya di sekitar tungkai kaki dan lengan. Hal ini dapat terjadi karena beberapa penyebab, tergantung jenis kelainan yang diderita. Jenis kelainan ini salah satunya kelainan pendeknya tungkai kaki atau bentuk tungkai kaki dan lengan yang disebabkan kelainan bawaan.

Ada juga bentuk tungkai, khususnya jenis kaki X atau O, biasanya terjadi karena kekurangan zat gizi seperti vitamin D dan gangguan hormonal seperti hiperparatiroid.

Pseudoarthrosis baik yang berasal dari bawaan sejak lahir atau setelah cedera yang menyebabkan patah tulang dan tulang menjadi sulit menyambung dan malunion fracture, yaitu kelainan bentuk tulang akibat penyambungan patah tulang yang tidak sesuai sehingga berbentuk bengkok, memutar, ataupun menjadi lebih pendek pun termasuk jenis kelainan.

Dokter biasanya akan merujuk pasien melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui masalah dan penyebab kelainan tulang. Selanjutnya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan radiologi dengan skannogram untuk melihat kelainan pada tungkai dari panggul sampai pergelangan kaki. Bila diperlukan, dokter bisa menganjurkan pemeriksaan tambahan berupa CT-Scan atau MRI, pemeriksaan laboratorium, terutama jika diduga adanya kekurangan zat gizi seperti vitamin D, kalsium, atau fosfor.

Selain itu, pemeriksaan hormon seperti hormon paratiroid apabila kelainan bentuk yang terjadi kemungkinan disebabkan kelebihan hormon tersebut juga bisa dilakukan. Faisal menjelaskan, prosedur limb lengthening and reconstruction dilakukan dengan metode pembedahan minimal invasif, yakni menggunakan sayatan berukuran kecil sehingga tidak banyak merusak jaringan lunak sekitar tulang.

Tata laksana pembedahan ini dimulai dengan pemasangan alat di luar tungkai kaki pasien atau external fixator seperti alat limb reconstruction system, ilizarov konvensional, maupun terkomputer. Kemudian dilakukan osteotomi atau pemotongan tulang. Selanjutnya, dengan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan pemanjangan berkala dan juga koreksi kelainan bentuk lain, seperti meluruskan tungkai yang bengkok atau terputar.

Setelah tindakan bedah, pasien memerlukan 2–3 hari untuk menjalani program fisioterapi awal. Fisioterapi yang dilakukan bertujuan untuk pergerakan awal atau percobaan berjalan awal dengan bantuan tongkat, alat bantu, maupun kursi roda. Biasanya dokter akan menilai luka operasi dalam waktu 1–2 minggu setelah dilakukannya tindakan. Apabila tidak ada infeksi dan luka kering dengan baik, maka dapat langsung dilakukan pencabutan benang serta edukasi perawatan mandiri terhadap alat bantu yang sedang digunakan.

Pemanjangan tungkai maupun koreksi kelainan bentuk lainnya umumnya dilakukan secara bertahap. Alat yang dipakai akan dipertahankan sampai bentuk tungkai yang diinginkan oleh pasien dan dokter tercapai. Alat tersebut akan digunakan sampai tulang mengeras. Pasien boleh mengganti alat dengan tipe jenis lain, misalnya dengan alat yang dipasang di dalam atau internal fixator.

Untuk menghindari terjadinya infeksi pada bekas luka operasi, pasien harus menjaga kebersihan alat yang digunakan serta kebersihan kulit di sekitar luka operasi. Caranya dengan melakukan perawatan harian yang sudah diajarkan oleh tim medis seusai tindakan.

Selama pemasangan alat, pasien juga disarankan tetap aktif melakukan fisioterapi atau latihan penguatan dan peregangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga sendi dan tulang tetap fleksibel dan tidak kaku.

Baca juga: Sakit Punggung, Bisa Jadi Gejala Kanker Sudah Menyebar






Awas, Terlalu Lama Duduk Picu Nyeri Punggung dan Cedera

22 jam lalu

Awas, Terlalu Lama Duduk Picu Nyeri Punggung dan Cedera

Terlalu lama duduk dan malas bergerak (mager) dapat memicu kelelahan hingga cedera, termasuk nyeri punggung.


Segera Periksakan Nyeri Bahu bila Tak Juga Pulih

22 jam lalu

Segera Periksakan Nyeri Bahu bila Tak Juga Pulih

Segera periksakan ke dokter ketika nyeri bahu tak kunjung pulih setelah melakukan aktivitas, termasuk olahraga.


Mengenal Cerebral Palsy, Gejala dan Penyebabnya

2 hari lalu

Mengenal Cerebral Palsy, Gejala dan Penyebabnya

Cerebral palsy sebuah gangguan yang disebabkan perkembangan otak yang tidak normal mempengaruhi kemampuan untuk bergerak serta menjaga keseimbangan.


Yang Perlu Disiapkan Orang Tua Pasca Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Dioperasi

2 hari lalu

Yang Perlu Disiapkan Orang Tua Pasca Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Dioperasi

Sejumlah hal perlu disiapkan orang tua sebelum anak dengan riwayat penyakit jantung bawaan diperkenankan kembali melakukan aktivitas fisik.


5 Tanda Olahraga Anda Terlalu Berat

4 hari lalu

5 Tanda Olahraga Anda Terlalu Berat

Anda perlu memastikan tidak memaksakan diri berolahraga hingga melewati batas. Berikut beberapa tanda olahraga Anda terlalu keras dan berat.


Mengenal Hernia Diskus di Tulang Belakang, Gejala dan Perawatan

5 hari lalu

Mengenal Hernia Diskus di Tulang Belakang, Gejala dan Perawatan

Kenali struktur tulang belakang sehingga bila ada masalah dengan cakram hernia segera mendapatkan perawatan yang tepat,


Piala Dunia 2022: Son Heung-min Masih Perlu Beradaptasi di Timnas Korea Selatan

6 hari lalu

Piala Dunia 2022: Son Heung-min Masih Perlu Beradaptasi di Timnas Korea Selatan

Son Heung-min baru kembali dari operasi untuk mengatasi patah tulang di sekitar mata kirinya saat Korea Selatan vs Uruguay di Piala Dunia 2022.


Menakar Keamanan Penggunaan Laser untuk Kesehatan

7 hari lalu

Menakar Keamanan Penggunaan Laser untuk Kesehatan

Terapi laser memiliki risiko yang sama dengan operasi terbuka, termasuk rasa sakit, pendarahan, dan jaringan parut, tapi waktu pemulihan lebih cepat.


Menteri Muhadjir Effendy Mobilisasi Dokter Ortopedi Bantu Korban Gempa Cianjur

8 hari lalu

Menteri Muhadjir Effendy Mobilisasi Dokter Ortopedi Bantu Korban Gempa Cianjur

Muhadjir Effendy memobilisasi dokter ahli ortopedi atau bedah tulang untuk membantu penanganan korban Gempa Cianjur.


Takaaki Nakagami Jalani Operasi, Kelingkingnya Belum Bisa Lurus

9 hari lalu

Takaaki Nakagami Jalani Operasi, Kelingkingnya Belum Bisa Lurus

Takaaki Nakagami telah menjalani operasi tangan kanannya secara sukses jelang MotoGP 2023 mendatang. Simak selengkapnya di sini!