Sebab Penderita Diabetes Perlu Makan Kembang Kol

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi kembang kol. Wikipedia.org

    Ilustrasi kembang kol. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai sayuran yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan, terutama penderita diabetes dan masalah kolesterol, tak ada salahnya memasukkan kembang kol dalam makanan sehari-hari. Kandungan seratnya tinggi, membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah dan bermanfaat untuk mengontrol glukosa darah dengan baik.

    Selain ideal untuk menurunkan kadar glukosa darah, kembang kol merupakan makanan yang memiliki khasiat penting bagi kesehatan tubuh, antara lain kandungan kalori yang rendah dan cocok untuk diet penurunan berat badan. Di sisi lain, kembang kol bersifat diuretik dan depuratif berkat jumlah air dan kalium dalam komposisinya.

    Selain itu, sayuran ini juga memiliki kandungan natrium yang rendah. Dilansir dari laman Tododisca, penderita diabetes cenderung mengumpulkan banyak kadar glukosa dalam darah karena hormon insulin yang kurang berfungsi atau bahkan tidak berproduksi baik. Insulin merupakan zat yang bertanggung jawab mengatur kadar glikemik.

    Oleh karena itu penderita diabetes harus mengontrol pola makan untuk menghindari asupan produk yang secara cepat meningkatkan kadar glukosa darah. Dengan demikian, kembang kol selain menjadi makanan dengan kekuatan antioksidan dan manfaat kesehatan yang besar lain, juga cocok untuk menurunkan kadar glukosa darah.

    Ketika orang memiliki kadar glukosa darah yang terlalu tinggi, itu disebut hiperglikemia, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan hingga kerusakan organ tubuh. Dalam hal ini, hiperglikemia dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, yang bertanggung jawab untuk mengangkut darah ke organ vital dan dapat menyebabkan masalah jantung, penyakit ginjal, stroke, atau bahkan gangguan penglihatan.

    Baca juga: Kembang Kol dan Brokoli, Kunci Alami Jantung Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.