Tidur dalam Keadaan Marah pada Pasangan, Apa Dampaknya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi bertengkar. Shutterstock

    Ilustrasi bertengkar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam satu hubungan, setiap pasangan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari konflik dan tidur dengan amarah. Tetapi tidur dalam keadaan belum menyelesaikan konflik bukan hal yang buruk meski terasa rumit.

    Bagi beberapa pasangan, tidur dalam keadaan marah sebenarnya bermanfaat walaupun bagi sebagian lain tidak. Dikutip dari Well and Good, Jesse Kahn, direktur terapi seks di The Gender & Sexuality Therapy, mengatakan tidak ada aturan jika sedang menghadapi masalah dengan pasangan harus diselesaikan hari itu atau bahkan tidur dalam keadaan marah. Itu berarti membedakan apa yang terbaik untuk pasangan, terus membicarakannya, atau menyelesaikannya dengan tidur dalam keadaan marah.

    Tetapi, satu kelemahan dari tidur sambil marah adalah dapat membahayakan tidur karena ketegangan yang tidak terselesaikan dapat mengganggu kualitas tidur. Begitu bangun, Anda pun akan merasa gelisah dalam perasaan tidak enak. Namun, Anda bisa mengambil langkah cerdas.

    Lelah
    Tidur adalah langkah cerdas untuk beristirahat, bahkan saat tidak dalam keadaan marah. Saat sangat lelah, Anda menjadi tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan pasangan karena bisa saja menjadi penyebab pertengkaran menjadi lebih besar. Tidur merupakan langkah pengambilan jeda untuk bisa berdiskusi pada hari berikutnya dengan pasangan.

    Khawatir kehabisan waktu tidur atau mengantuk
    Tidur juga bisa menjadi penyebab masalah, jika orang mengantuk dan perlu tidur selama beberapa jam dan akan mempengaruhi percakapan mengenai satu permasalahan.

    Kewalahan
    Kali ini tidur menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan. Itu bukan berarti Anda tidak menyelesaikan di hari berikutnya tetapi orang yang kewalahan, stres, dan terluka cenderung tidak dapat berkomunikasi dengan baik dan dikhawatirkan akan membuat masalah lebih besar.

    Jika ingin menyelesaikannya bukan di hari itu, Anda bisa mencium pipi pasangan, mengakui Anda mencintainya, atau berkomitmen untuk mengatasi masalah bersama bisa menjadi solusi untuk menghindari tidur dalam keadaan marah. Jika Anda mau tidur dalam keadaan marah setelah delapan jam atau beberapa hari, tidur bisa memberikan hasil yang baik. Namun, jika tidur dalam keadaan marah tidak membuat lebih baik, sebaiknya menyelesaikannya sebelum tidur.

    Jika pasangan tidak memiliki gaya resolusi konflik yang sama, maka dibutuhkan komunikasi lebih lagi dengan pasangan. Jangan menyamakan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan gaya resolusi sendiri, diskusi merupakan cara terbaik untuk menyelesaikannya.

    Preferensi Anda mempengaruhi keputusan, baik diselesaikan hari itu juga atau nanti. Jika Anda lebih memilih untuk tidur hanya dengan menyelesaikan konflik, itu akan sangat membantu untuk membingkai ulang konflik sebagai kesempatan untuk memperbaiki hubungan. Faktanya, tidur dalam keadaan marah bisa membantu memahami pasangan ke tingkat yang lebih tinggi dan mendapatkan cara baru untuk mengatasinya.

    Meski begitu, Anda tetap harus menyelesaikannya di hari berikutnya. Jangan berpura-pura tidak ada yang salah hingga membuat konflik tidak terselesaikan. Jika masalah yang dihadapi begitu serius hingga membutuhkan banyak waktu, disarankan untuk menjadwalkan waktu untuk membahasnya. Semua mungkin menyiapkan diri secara emosional dan mental untuk memulai percakapan.

    SHELAMITA AZZAHRA

    Baca juga: 5 Tips Menenangkan Pasangan yang Marah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.