Kanker Kandung Kemih, Penyebab dan Gejala

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Penyanyi legendaris Andy Williams meninggal di usia 84 tahun pada 25 September akibat kanker kandung kemih. Selama 8 dekade karirnya, ia telah menghasilkan 17 album yang meraih Golden Record dan 3 Platinum Record. tmz.com

    Penyanyi legendaris Andy Williams meninggal di usia 84 tahun pada 25 September akibat kanker kandung kemih. Selama 8 dekade karirnya, ia telah menghasilkan 17 album yang meraih Golden Record dan 3 Platinum Record. tmz.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 10.000 orang didiagnosis menderita kanker kandung kemih setiap tahun dan ada sejumlah gejala. Kanker kandung kemih terjadi ketika tumor berkembang di lapisan kandung kemih dan dalam beberapa kasus menyebar ke otot kandung kemih.

    Cancer Research UK mengatakan kanker kandung kemih adalah bagian dari sistem kemih, yang menyaring produk limbah dari darah dan membuat urine. Jika kanker kandung kemih menyebar ke organ lain tubuh, itu dikenal sebagai kanker kandung kemih metastatik.

    Banyak tanda-tanda kanker kandung kemih dapat terlihat dalam urine tetapi ada juga sejumlah tanda lain yang mungkin dialami beberapa orang. NHS mengatakan gejala paling umum dari kanker kandung kemih adalah darah dalam urin, yang biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.

    "Jika melihat darah dalam urine, bahkan jika datang dan pergi, Anda harus mengunjungi dokter sehingga penyebabnya dapat diselidiki," tulis mereka, dilansir dari Express.

    Nama medis untuk darah dalam urine adalah hematuria. Anda mungkin melihat garis-garis darah dalam urine atau darah dapat mengubah urine menjadi coklat. Cancer Research UK mengatakan darah dalam urin adalah gejala paling umum dari kanker kandung kemih dengan sekitar delapan dari 10 orang dengan penyakit ini memiliki darah dalam urin. Tapi, darah pada urin juga bisa disebabkan batu ginjal.

    NHS mengatakan gejala kanker kandung kemih yang kurang umum termasuk keinginan buang air kecil lebih sering, desakan tiba-tiba untuk buang air kecil, dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Selain darah pada urine dan rasa ingin buang air kecil, nyeri punggung di satu sisi tubuh bisa menandakan adanya masalah tersebut.

    Badan kesehatan mencatat jika kanker kandung kemih mencapai stadium lanjut dan telah menyebar, gejalanya dapat berupa nyeri panggul, nyeri tulang, penurunan berat badan yang tidak jelas, dan pembengkakan pada kaki. Cancer.Net telah menguraikan beberapa informasi dari American Society of Clinical Oncology seputar beberapa tanda lain, salah satunya dapat terjadi di punggung.

    Mereka menambahkan kadang-kadang ketika gejala pertama muncul, kanker telah menyebar ke bagian lain tubuh. Ini berarti gejalanya tergantung di mana kanker telah menyebar. Organisasi tersebut menyatakan kanker yang telah menyebar ke paru-paru dapat menyebabkan batuk atau sesak napas, menyebar ke hati dapat menyebabkan sakit perut atau penyakit kuning (menguningnya kulit dan bagian putih mata), dan menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri tulang atau patah tulang. Selain nyeri punggung atau panggul, kehilangan nafsu makan yang tidak dapat dijelaskan dan penurunan berat badan bisa juga menjadi indikasi kanker tersebut.

    Cancer Research UK mengatakan kanker kandung kemih biasanya membutuhkan waktu lama untuk berkembang sehingga paling sering terjadi pada orang tua. Hampir 60 persen kasus baru terjadi pada orang berusia 75 tahun ke atas dan jarang terjadi pada yang di bawah 40 tahun.

    Pasien pria juga lebih banyak daripada wanita. Ini mungkin hanya karena lebih banyak pria daripada wanita yang merokok atau terpapar bahan kimia di tempat kerja dalam beberapa dekade terakhir. NHS mengatakan sebagian besar kasus kanker kandung kemih tampaknya disebabkan oleh paparan zat berbahaya, yang menyebabkan perubahan abnormal pada sel kandung kemih selama bertahun-tahun.

    Asap tembakau adalah penyebab umum dan diperkirakan lebih dari satu dari tiga kasus kanker kandung kemih disebabkan oleh merokok. Paparan bahan kimia industri tertentu adalah faktor risiko terbesar kedua. Studi telah memperkirakan ini dapat menyebabkan sekitar 25 persen kasus.

    Baca juga: Makan Kerang Bambu Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.