Kenali Gejala Diabetes di Leher

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi wanita menggaruk leher. Freepik.com/8photo

    Ilustrasi wanita menggaruk leher. Freepik.com/8photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Diabetes tipe 2 adalah kondisi seumur hidup yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Dalam banyak kasus, penderita mungkin mendapati mereka perlu mengubah pola makan, minum obat, atau melakukan pemeriksaan rutin. Ada sejumlah gejala yang mungkin diperhatikan oleh penderita diabetes tipe 2 yang tidak terdiagnosis.

    Sejumlah gejala umum pada diabetes tipe 2 namun beberapa perubahan pada kulit juga bisa menjadi peringatan. Salah satu perkembangan yang dilaporkan pasien adalah perubahan pada kulit leher.

    Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), area kulit yang lebih gelap yang mulai berkembang di leher bisa menjadi tanda peringatan dini terlalu banyak insulin dalam darah. Bercak kulit ini juga terasa seperti beludru saat disentuh dan muncul di lipatan leher. Biasanya, ini bisa menjadi tanda peringatan pradiabetes.

    Nama medis untuk kondisi kulit ini adalah acanthuses nigricans (AN). Kulit kering di leher, sering menyerupai beludru atau berwarna gelap, bisa menjadi tanda diabetes tipe 2. Tanda-tanda AN juga bisa mulai muncul di selangkangan dan ketiak.

    Menurut para ahli dari HealthLine, perubahan kulit ini paling sering dikaitkan dengan diabetes tipe 2 dan orang-orang dengan kulit lebih gelap. Jika melihat jenis perubahan kulit ini, AAD menyarankan untuk mengunjungi dokter untuk dites.

    Diabetes tipe 2 adalah kondisi umum yang menyebabkan kadar gula atau glukosa dalam darah menjadi terlalu tinggi. NHS menyatakan, "Ini disebabkan oleh masalah dengan bahan kimia dalam tubuh (hormon) yang disebut insulin, ssering dikaitkan dengan kelebihan berat badan atau tidak aktif, atau memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2."

    Menurut NHS, beberapa gejala yang paling umum termasuk rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, dan kelelahan. Pasien juga mungkin mengalami perasaan lapar lebih sering dari biasanya, penglihatan kabur, dan kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki. Beberapa orang dengan diabetes tipe 2 memperhatikan bahwa luka mulai sembuh secara perlahan dan mereka rentan terhadap gatal-gatal dan infeksi, terutama di sekitar area kulit yang hangat dan lembab, seperti mulut atau ketiak.

    Diabetes tipe 2 juga dapat meningkatkan risiko terkena masalah serius pada mata, jantung, dan saraf seiring waktu. Diabetes tipe 2 dapat dikelola dengan beberapa cara, baik dengan obat-obatan maupun perubahan gaya hidup. Manajemen diabetes tipe 2 dapat mencakup makan sehat dan perubahan pola makan, olahraga teratur, dan penurunan berat badan.

    Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat diabetes atau terapi insulin. Banyak orang dengan diabetes tipe 2 juga secara teratur menjalani pemantauan gula darah.

    Baca juga: Sebab Penderita Diabetes Perlu Makan Kembang Kol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.