Mulai Diet, Pastikan Otak Bersih dari Bisikan Organ Tubuh yang "Lapar"

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet bukan perkara mudah. Butuh tekad bulat dan dukungan semesta supaya tubuh sehat dan body goal dapat terwujud.

    Dokter spesialis gizi, Patricia Gabrielle memaparkan, otak adalah organ penting yang mengendalikan rasa kenyang dan lapar. "Yang mengontrol kehidupan kita adalah otak, begitu juga soal rasa lapar dan kenyang," kata Patricia saat webinar "Anda Bertanya Dokter Menjawab".

    Dalam menentukan kenyang atau lapar, otak juga mendapatkan masukan dari organ tubuh lainnya. Contoh, saat melihat makanan yang tampak menarik, lalu spontan ingin mencicipinya. Mencium aroma makanan yang lezat, kemudian ingin melahapnya.

    Begitu juga saat melihat makanan yang begitu banyak, lantas tak selera memakannya. Semua informasi yang ditangkap oleh panca indra kita akan diterjemahkan oleh otak. Dari situlah bermula keputusan untuk makan atau tidak.

    Berangkat dari sini juga, seseorang akan berpikir tentang porsi makan dan menghitung kalorinya. Rumus dasar dalam diet adalah mengendalikan kalori. Lantas ada logika, jika ingin menurunkan berat badan, maka kalori yang keluar harus lebih besar dari yang masuk. Begitu juga sebaliknya.

    Patricia mengingatkan, mengurangi porsi tidak otomatis atau belum tentu mengurangi kalorinya. Karena itu, seseorang tidak bisa meniadakan salah satu porsi makan begitu saja ketika menjalankan diet. "Yang diinginkan tubuh kita ketika diet adalah sedikit kalori, bukan sedikit porsi saja," ucapnya.

    Diet terbaik adalah diet seimbang karena tidak mengeliminasi atau sama sekali tidak mengonsumsi salah satu komponen makanan. Komponen makanan terbagi menjadi makronutrien dan mikronutrien.

    Makronutrien merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah banyak, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara mikronutrien adalah nutrisi yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, seperti vitamin dan mineral.

    Itu sebabnya, saat menjalankan diet sebaiknya didampingi oleh konsultan gizi karena kebutuhan nutrisi dan pola diet setiap orang berbeda.

    Baca juga:
    Sukses Menurunkan Berat Badan, Adele Singgung Body Positivity

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.