Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Asam Lambung.(TEMPO/Gunawan Wicaksono)

    Ilustrasi Asam Lambung.(TEMPO/Gunawan Wicaksono)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengidap asam lambung mesti menerapkan gaya hidup yang aman dan sehat. Beberapa hal yang yang harus diperhatikan adalah posisi tidur dan diet.

    Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok Kepala Leher (THT-KL) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Niken Ageng Rizki mengatakan, asam lambung kerap tiba-tiba naik di malam hari atau menjelang tidur. Jika ini terjadi, maka terapkan posisi tidur berikut.

    "Ambil posisi tidur dengan kepala naik sekitar 30 derajat dari tubuh. Sangga kepala kira-kira dengan dua bantal," kata Niken dalam Webinar Vipmed 7 bertajuk Mengorok, Apakah Normal? Bagaimana Cara Mengatasinya?. "Jangan tidur dalam posisi terlentang rata."

    Ganjalan bantal tadi, menurut dia, bukan hanya pada leher atau kepala, melainkan dari punggung. Tujuannya, asam lambung tidak naik dan mengiritasi paru-paru. Orang yang asam lambungnya naik biasanya mengeluh mulutnya kering serta terasa perih dan pahit di lidah.

    Selain menerapkan posisi tidur tadi, Niken menyarankan agar pengidap gangguan lambung menerapkan diet asam lambung. Diet asam lambung dilakukan dengan mengurangi konsumsi kopi, teh, bawang putih, jahe, cokelat, avokad, makanan yang banyak bumbunya, seperti gulai atau kari. "Jenis makanan ini bisa mengiritasi dan memicu asam lambung naik," ujarnya.

    Mengutip Healthline, berat badan juga membantu risiko asam lambung naik. Cara ini menurunkan tekanan intra-abdomen, yang menurunkan kemungkinan refluks. Soal makanan, pengidap asam lambung juga harus menghindari makanan dan minuman tertentu, seperti gorengan, tomat, dan minuman beralkohol.

    Niken mengingatkan bahaya peningkatan asam lambung pada jalan napas. Jika asam lambung naik ke tenggorokan, maka dapat mengiritasi jalan napas dan membuatnya kolaps atau tertutup. Akibatnya, jalan napas tersumbat, sehingga memunculkan dengkuran atau gangguan bernapas saat tidur karena terjadi sumbatan di jalan napas.

    Suara mengorok muncul akibat getaran udara di langit-langit mulut atau tenggorokan. Tertutupnya jalan napas memicu getaran pada tenggorokan karena tubuh tidak menerima oksigen yang cukup saat tidur.

    Baca juga:
    5 Olahraga yang Dapat Dilakukan Penderita Asam Lambung

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.