Cermati Kandungan Gizi Minyak Goreng Kelapa Sawit, Jagung dan Minyak Zaitun

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Minyak Goreng. bimcbali.com

    Ilustrasi Minyak Goreng. bimcbali.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejak beberapa pekan terakhir, harga minyak goreng terus meroket hingga Rp 16 ribu per liter.

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, sebagaimana dilansir dari pemberitaan Tempo.co, menyatakan bahwa hal ini terjadi karena pemerintah memakai patokan harga Crude Palm Oil (CPO) dalam penentuan harga eceran tertinggi (HET). Begitu harga CPO internasional naik, harga minyak goreng juga ikut naik.

    Minyak goreng dari kelapa sawit telah menjadi salah satu minyak yang paling umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Meski demikian, terdapat beberapa jenis minyak yang bisa dijadikan alternatif, seperti minyak jagung dan minyak zaitun.

    Melansir Healthline, dalam satu sendok minyak kelapa sawit terkandung 114 kalori.

    Semua kalori tersebut berasal dari lemak, dengan rincian 7 gram asam lemak jenuh, 5 gram asam lemak tak jenuh tunggal dan 1,5 gram asam lemah tak jenuh ganda.

    Minyak kelapa sawit juga memiliki kandungan vitamin E sebesar 11 persen dari Asupan Harian yang Dianjurkan (RDI). Pigmen kemerahan minyak ini berasal dari antioksidan yang dikenal sebagai karotenoid yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.

    Beberapa manfaat minyak kelapa sawit antara lain melindungi fungsi otak dan meningkatkan status vitamin A. Sebagian besar penelitian menyatakan bahwa minyak ini memiliki efek perlindungan pada kesehatan jantung, namun beberapa penelitian lain melaporkan hasil yang bertentangan.

    Sementara dalam satu sendok minyak jagung, terdapat 122 kalori. Walaupun selama proses ekstraksi banyak vitamin dan mineral yang hilang, minyak ini memiliki kandungan vitamin E sebesar 13 persen dari Asupan Harian yang Dianjurkan (RDI).

    Selanjutnya: Vitamin tersebut bertindak...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.