Gejala GERD Mirip Penyakit Jantung, Cek Bedanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Asam Lambung.(TEMPO/Gunawan Wicaksono)

    Ilustrasi Asam Lambung.(TEMPO/Gunawan Wicaksono)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah penyakit asam lambung yang disebabkan melemahnya katup kerongkongan bagian bawah. Akibatnya, katup yang melemah mengakibatkan makanan dan minuman yang dikonsumsi naik ke kerongkongan.

    Gejala yang biasa terjadi saat asam lambung naik adalah rasa asam atau pahit di mulut dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati. Kedua gejala ini biasanya akan semakin memburuk saat penderita membungkuk, berbaring, atau setelah makan.

    Gejala perih di dada dan dekat ulu hati penderita GERD juga terjadi pada pasien penyakit jantung. Namun, bedanya nyeri ulu hati atau nyeri dada karena serangan jantung biasanya dirasakan sangat berat, menjalar hingga ke lengan, leher, atau rahang, dan biasanya muncul setelah melakukan aktivitas fisik.

    Meskipun terbilang berbahaya dan membuat tak nyaman, GERD tak akan membuat penderitanya meninggal seperti penyakit jantung. Pasien dengan gejala GERD mengalami tingkat kematian yang rendah.

    "Tingkat kematian akibat GERD sangat amat jarang, 0,02/100.000 kejadian. GERD bikin meninggal lewat mekanisme apa? Perdarahan esofagus/kerongkongan yang tidak tertangani," tulis dr. Furqon Satria di akun Twitternya, saat menjawab cuitan warganet.

    Warganet tersebut sebelumnya mengatakan penderita GERD sangat tersiksa saat penyakitnya kambuh. Ia bahkan menuliskan jika telat makan sebentar rasanya sudah seperti hampir mati. Furqon pun menjawab jika hal tersebut sebaiknya dikonsultasikan ke dokter, apakah yang dideritanya benar-benar GERD atau bukan.

    "Kalau benar GERD berarti kemungkinan meninggal kecil. Yang bahaya kalau ternyata itu sebenernya penyakit jantung, lebih mematikan," jelasnya.

    Menurut Furqon, jika dada terasa tidak nyaman maka sebaiknya langsung segera memeriksakan diri untuk mengecek penyakit jantung. Ia kemudian menjelaskan perbedaan GERD dengan gastritis.

    "Asam lambung akut mungkin maksudnya gastritis. Gastritis: gaster (lambung) + itis (radang), radang lambung. Kalau GERD itu gastro esofageal reflux disease alias asam lambung harus reflux (naik ke atas) ke esofagus, bisa sampai mulut," paparnya.

    Ia kemudian menuliskan asam lambung memiliki sifat korosif dan didesain khusus untuk mukosa lambung. "Jika naik ke esofagus bisa bikin lecet bahkan kanker, karies gigi, sinusitis. Kalau masuk tenggorokan namanya jadi LPR dan mengenai pita suara," tutur Furqon.

    Baca juga: Simak Hal Ini jika Penderita GERD Ingin Ikut Vaksinasi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.