Kiat Redakan Sakit Kepala karena Asam Lambung Naik

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sakit kepala termasuk salah satu efek gangguan lambung. Selain rasa perih pada lambung, sakit kepala bisa menjadi tanda asam lambung sedang naik. Mungkin sebagian orang bingung apa hubungannya sistem pencernaan dengan sakit kepala.

    Komunikasi terjadi antara usus dan otak melalui jalur yang biasa disebut sumbu usus-otak. Jalur ini terdiri antara sistem saraf enterik di saluran pencernaan dan sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.

    Pada dasarnya, belum jelas apakah asam lambung bisa menyebabkan sakit kepala atau sakit kepala dapat menyebabkan asam lambung. Namun, kedua gejala tersebut sering menyertai kondisi gastrointestinal dan masalah kesehatan lain. Berikut perawatan dan penyebab sakit kepala akibat refluks asam, dilansir dari Healthline.

    Minum obat pengontrol asam
    Obat bebas yang digunakan untuk mengobati asam lambung meliputi:
    - Antasida: Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan sakit dengan menetralkan asam lambung.
    - Antihistamin (H2 blocker): Obat ini mengikat reseptor histamin di saluran pencernaan dan mengurangi produksi asam oleh sel-sel di lapisan perut.
    - Penghambat pompa proton (PPI): PPI menghentikan sel-sel lambung dari memompa asam ke dalam saluran pencernaan.

    Minum obat sakit kepala
    Asetaminofen atau parasetamol adalah obat bebas yang tidak mengiritasi lambung. Ikuti instruksi dosis penggunaan. Pada dosis tinggi, asetaminofen dapat menjadi racun bagi hati.

    Jangan berbaring setelah makan
    Tetap tegak dapat membantu menjaga asam di perut tidak naik ke kerongkongan. Beri jeda tiga jam setelah makan sebelum tidur. Hal kecil ini akan membantu mengurangi refluks asam serta sakit kepala yang terkadang muncul. Makan makanan kecil, terutama di malam hari, juga dapat membantu mempercepat proses pencernaan dan mengurangi refluks asam.

    Kurangi atau hindari nikotin
    Produk nikotin, seperti rokok dan vape, dapat mengendurkan otot sfingter esofagus bagian bawah dan memungkinkan asam mengalir ke kerongkongan. Mengurangi atau berhenti menggunakan nikotin dari gaya hidup dapat membantu mengurangi refluks asam dan sakit kepala.

    Kurangi alkohol
    Konsumsi alkohol adalah penyebab potensial lain dari refluks asam dan sakit kepala. Minum alkohol dapat memicu mulas. Mabuk dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, serta naiknya asam lambung.

    Ubah pola makan
    Diet juga dapat menyebabkan sakit kepala akibat refluks asam. Konsumsi makanan pedas atau tinggi lemak dapat memperburuk GERD. Kurangi atau hindari jenis makanan apapun yang mengakibatkan refluks asam atau sakit kepala setelah memakannya.

    Angkat tubuh bagian atas saat tidur
    Tidur dengan posisi tubuh bagian atas yang agak tinggi dapat membantu menghilangkan GERD. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan pengangkat kasur di kepala tempat tidur. Tambahan bantal yang kuat dan tinggi juga dapat membantu.

    Menurunkan berat badan
    Ketika kelebihan berat badan, otot-otot dan struktur perut yang membantu menjaga sfingter esofagus bagian bawah tertutup dan lemah. Hal ini memungkinkan otot sfingter untuk membuka lebih mudah. Jika kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi refluks.

    Pantau obat
    Obat resep dapat mengiritasi perut atau mengendurkan sfingter esofagus, termasuk calcium channel blockers, pil KB, dan antibiotik.

    Baca juga: Gejala GERD Mirip Penyakit Jantung, Cek Bedanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.