Mana yang Betul, Minum Sebelum Makan, Setelah Makan, atau di Sela Makan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Air Minum. shutterstock.com

    Ilustrasi Air Minum. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada orang yang memilih minum setelah makan, sebelum makan, dan saat makan. Alasannya beragam. Ada yang minum untuk mendorong makanan agar lancar menuju saluran pencernaan, mengurangi porsi makan, atau memang haus.

    Soal minum setelah makan, sebelum makan, atau saat makan memang masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Mengutip laman Times of India, yang betul adalah minum saat makan atau minumlah sekitar 30 menit setelah makan. Mari kita telisik apa sebabnya.

    Perlu diketahui, minum yang dimaksud di sini adalah minum air mineral atau biasa kita sebut dengan air putih. Orang yang minum sebelum makan biasanya bertujuan mengurangi porsi makan. Mereka beranggapan, lantaran telah lebih dulu masuk ke saluran pencernaan, maka jumlah makanan yang dikonsumsi bisa lebih sedikit.

    Memang banyak kajian yang menghubungkan minum sebelum makan untuk meningkatkan kesehatan lambung dan menurunkan berat badan. Namun demikian, anggapan tersebut masih bisa diperdebatkan. Musababnya, minum sebelum makan akan mengencerkan cairan lambung yang bertugas mencerna makanan dan mengubahnya menjadi energi.

    Jika cairan atau enzim pada lambung ini lebih cair, maka kinerjanya jadi tidak maksimal dalam memproses makanan. Sebab itu, ada yang menyarankan lebih baik menghindari minum sebelum makan.

    Kemudian minum sesaat setelah makan juga tidak direkomendasikan karena juga mempengaruhi proses mencerna makanan. Saat lambung sedang berusaha menggerus makanan, air yang ujug-ujug masuk akan menurunkan suhu dan membuat kerjanya tidak maksimal. Terlebih jika yang dikonsumsi adalah air dingin. Sebab itu, tak sedikit orang yang merasa kembung bahkan mual jika langsung minum setelah makan.

    Jadi, yang betul adalah minum sekitar setengah jam setelah makan atau minum sedikit air selama makan. Air dalam jumlah sedikit akan membantu melunakkan makanan dan membuatnya mudah dicerna. Minum 30 menit setelah makan juga membantu lambung dalam memproses makanan.

    Disarankan tidak minum minuman bersoda dan berkafein selama makan. Perhatikan juga suhu minuman. Temperatur air yang disarankan adalah air dengan suhu ruang atau air hangat. Dan jangan minum berlebihan. Minum secukupnya, sedikit demi sedikit.

    ANDINI SABRINA | TIMES OF INDIA

    Baca juga:
    Terlalu
    Banyak Minum Air, Cek Dampaknya bagi Tubuh

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.