4 Bahaya Kesehatan yang Disebabkan oleh Kecoak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kecoak.[New York Times]

    Kecoak.[New York Times]

    TEMPO.CO, Jakarta -Jangan remehkan kecoak. Salah satu insekta yang berperan sebagai perantara penyakit yang banyak ditemukan dalam tempat yang kotor.

    Kecoak dapat mengkontaminasi makanan manusia dengan membawa agent berbagai penyakit yang berhubungan dengan pencernaan.

    Serangga berwarna cokelat dapat menghasilkan alergen sehingga memicu reaksi alergi. Serangga satu ini juga tergolong berdarah dingin dan berkembang dalam kondisi hangat dan lembap.

    Kecoak lebih memilih untuk tinggal di dapur dan tempat penyimpanan makanan lainnya. Tak heran jika mereka mendapat asupan makanan dari tumpahan makanan dan akses air. 

    Biasanya, kecoa sembunyi di beberapa tempat di dalam rumah, yakni:  

    • Retakan dinding
    • Ruang sempit dan terbatas, seperti dapur, di balik kulkas, atau di bawah tumpukan majalah, koran, dan kardus 
    • Perabotan rumah yang umumnya jarang disentuh 
    • Lemari dapur 
    • Toilet 
    • Bawah wastafel 
    • Area pemanas air 
    • Saluran air atau selokan

    Menurut penelitian, kecoa tidak dapat menyebabkan penyakit secara langsung, tetapi dapat membawa jutaan bakteri dan agen infeksi yang bisa menyebabkan berbagai penyakit. 

    Dirangkum dari berbagai sumber, bahaya kecoa untuk kesehatan manusia adalah sebagai berikut.

    Keracunan makanan

    Kecoa dapat hidup dnegan memakan apa saja, termasuk sampah, tanaman mati, hewan mati, feses, lem, sabun, kertas, kulit, dan berbagai jenis kotoran. 

    Maka, tak heran kecoak dapat membawa berbagai macam bakteri penyebab penyakit. Misalnya, salmonella, staphylococcus, dan streptococcus.

    Tidak hanya pada makanan, kecoa juga dapat menularkan bakteri penyebab penyakit lewat permukaan perabot rumah tangga, seperti gelas, piring, dan lainnya. 

    Gangguan pencernaan

    Air liur kecoak ternyata cukup berbahaya bagi kesehatan manusia. Kecoa sendiri dapat membawa sekitar 33 jenis bakteri di tubuhnya yang mengandung patogen berbahaya bai kesehatan manusia.

    Sebuah penelitian menemukan bahwa bakteri Pseudomonas aeruginosa dapat berkembang secara ekstensif dalam usus kecoa. Hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit, seperti infeksi saluran kemih, gangguan pencernaan, hingga sepsis (keracunan darah).

    Reaksi alergi

    Berdasarkan jurnal Allergy, Asthma, & Immunology Research, kecoak merupakan salah satu jenis sumber alergen di dalam ruangan. Hal ini karena alergen terdapat di kotoran, tubuh, telur, dan air liur kecoak dapat menyebabkan reaksi alergi yang tidak diinginkan. Misalnya, bersin, kulit, terasa gatal, ruam kulit, dermatitis, pembengkakan kelopa mata, mata berair, hingga infeksi pernapasan serius.

    Asma

    Kecoak dapat menjadi musuh berbahaya bagi pengidap asma. Sebab, alergen kecoa dapat menyebabkan risiko komplikasi parah, bahkan bisa mengancam nyawa. Selain itu, orang yang tidak mengidap asma dapat terkena asma apabila menghirup alergen kecoa.

    M. RIZQI AKBAR
    Baca juga: Serangga Tinggal di Rumah Kita, Ini Lokasi Favorit Mereka

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.