Mengenal Anemia dan Jenisnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi anemia. (Style Craze)

    Ilustrasi anemia. (Style Craze)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah sel darah merah yang rendah disebut anemia. Anemia adalah jenis penyakit yang dapat bersifat sementara atau jangka panjang dan juga dapat berkisar dari ringan hingga berat. Ketika tes darah, anemia dalam laporan datang sebagai hemoglobin rendah atau kita bisa mengatakan hematokrit.

    Protein utama dalam darah dikenal sebagai hemoglobin, yang membawa oksigen dan mengirimkannya ke seluruh tubuh. Tingkat hemoglobin akan tetap rendah jika anemia dan jika cukup rendah maka tidak ada pasokan oksigen yang tepat ke organ atau jaringan.

    Anak-anak kecil, wanita, dan orang-orang dengan penyakit jangka panjang paling sering menderita anemia. Penderita anemia sering merasa rendah diri, lelah, dan lemah. Secara global, lebih dari dua miliar orang menderita anemia, yang merupakan lebih dari tiga puluh persen dari populasi.

    Amerika Serikat adalah negara yang paling umum orang menderita anemia. Ada lebih dari 400 jenis anemia dan dibagi menjadi beberapa kelompok berikut:

    Anemia defisiensi zat besi
    Ini adalah jenis anemia yang paling umum, di mana darah kekurangan sel darah merah sehat yang memadai. Nama itu sendiri mendefinisikan mengapa jenis anemia ini disebabkan, karena zat besi yang tidak mencukupi. Tubuh manusia tidak dapat memproduksi sel darah merah dalam jumlah cukup untuk membawa oksigen, yang juga dikenal sebagai hemoglobin, tanpa adanya zat besi. Jenis anemia ini bisa membuat lelah, lesu, dan lemah. Ini perlu diobati jika dokter menemukan pendarahan internal.

    Anemia aplastik
    Ketika tubuh berhenti memproduksi cukup sel darah baru maka itu disebut anemia aplastik. Orang tersebut lebih rentan terhadap infeksi dan pendarahan yang tidak terkontrol dan penyakit ini membuat lelah. Jenis anemia ini dapat terjadi pada semua usia, bisa tumbuh perlahan dan memburuk seiring waktu atau bisa terjadi tiba-tiba. Terkadang, obat-obatan tidak manjur sehingga penderita harus menjalani operasi transplantasi sumsum tulang.

    Anemia sel sabit
    Jenis anemia ini adalah kelainan sel darah merah bawaan, di mana tidak ada cukup sel darah merah sehat yang membawa oksigen dengan baik ke seluruh tubuh. Biasanya, sel darah merah berbentuk bulat fleksibel dan mudah bergerak melalui pembuluh darah. Dalam hal ini, sel darah merah berbentuk sabit atau bulan sabit. Mereka adalah sel kaku dan lengket yang dapat tersangkut di pembuluh darah kecil yang dapat memperlambat atau bahkan menghalangi aliran darah dan oksigen ke bagian tubuh. Sebagian besar tidak ada obat untuk jenis anemia ini tetapi dengan bantuan obat-obatan rasa sakit dapat berkurang dan komplikasi lebih lanjut dapat dihindari.

    Anemia defisiensi vitamin
    Kurangnya sel darah merah yang sehat yang disebabkan ada vitamin yang kurang dalam tubuh. Vitamin yang terkait dengan anemia defisiensi vitamin termasuk folat, vitamin B-12, dan vitamin C. Penyakit ini dapat terjadi jika tidak ada asupan makanan yang mengandung folat, vitamin B-12, atau vitamin C, atau bahkan jika tubuh tidak mampu menyerap dengan baik vitamin. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan mengonsumsi suplemen vitamin yang diresepkan dokter.

    Thalasemia
    Thalasemia adalah penyakit keturunan di mana kadar hemoglobin kurang dari biasanya. Jika menderita talasemia ringan, pengobatan tidak diperlukan. Tetapi thalasemia berat mungkin memerlukan transfusi darah secara teratur. Pola makan yang sehat, dan berolahraga secara teratur dapat membantu mengatasi kelelahan.

    YINOLA CRISSY ELENROS HADRIAN | TIMES OF INDIA

    Baca juga: Mengidap Anemia? Bisa Konsumsi Asparagus untuk Tingkatkan Sel Darah Merah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.