Fakta Kesehatan Telur Pitan, Makanan Khas Cina yang Kaya Vitamin

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Telur pitan. Tokopedia

    Telur pitan. Tokopedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Telur pitan atau yang biasa dikenal dengan Century Egg (Telur 1 Abad) memiliki warna hitam pekat tetapi bening. Bagian tengah telur ini berwarna abu-abu gelap dari kuning telur yang sudah difermentasi.

    Telur pitan seringkali digunakan sebagai makanan pendamping bubur, salad, dan masih banyak lagi. Telur abad, telur yang diawetkan, telur seratus tahun, telur berusia seribu tahun, atau telur milenium, pada dasarnya adalah masakan Cina yang dibuat dengan mengawetkan telur dalam campuran tanah liat, abu, garam, kapur, dan beras.

    Telur yang dimaksud di sini pasti diawetkan, tapi tidak selama 100 tahun, apalagi 1.000. Telur ini sebenarnya diawetkan hingga jangka waktu maksimal delapan bulan, menggunakan prosedur khusus yang memunculkan rasa unik.

    Telur pitan memiliki nilai gizi yang hampir sama dengan telur biasa. Namun, selama proses pengawetan perubahan tertentu terjadi di dalam telur ini. Pertama, telur yang diawetkan memiliki lebih banyak protein dan kandungan karbohidrat lebih rendah dibanding telur segar pada umumnya. Hal ini juga mempertahankan semua nutrisi mikro bermanfaat lain yang ditemukan dalam telur segar normal, termasuk vitamin A, dan vitamin B seperti B-12 dan riboflavin.

    Telur pitan juga merupakan sumber zat besi, selenium, fosfor, serta vitamin D yang sangat baik. Telur ini memiliki kandungan kalori yang sedikit lebih tinggi dibanding telur normal. Orang Cina menganggap telur abad sebagai afrodisiak yang baik dan camilan berprotein tinggi yang sehat. Mereka percaya konsumsi teratur menurunkan tekanan darah dan meningkatkan nafsu makan, penglihatan, serta fungsi hati.

    YINOLA CRISSY ELENROSE HADRIAN |NUTRINEAT

    Baca juga: Ini Risiko Terlalu Banyak Konsumsi Putih Telur Mentah


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.