Mau Konseling Problem Psikologi? Ketahui Dahulu Beda Psikolog dan Psikiater

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi pria konsultasi dengan Psikolog. shutterstock.com

    Ilustrasi pria konsultasi dengan Psikolog. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Anda tengah menghadapi persoalan batin yang berat dan ingin mengunjungi dokter psikologi yang mumpuni? Begitulah kesehatan mental semakin digalakkan seperti usaha untuk mengunjungi psikolog dan psikiater.

    Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan psikolog dan psikiater. Lalu apa perbedaan dan peran mereka?

    Melansir laman grhasia.jogjaprov.go.id, psikiater adalah seorang dokter sedangkan psikolog adalah seorang konselor. Psikiater dapat memberikan resep dokter. Psikolog akan berusaha untuk memahami manusia berpikir, berperasaan, dan berperilaku.

    Ketika proses konseling, psikolog akan memberikan edukasi mengenai emosi, pengaruh perilaku manusia, memfasilitasi klien belajar menangani situasi yang dialami.

    Apabila klien memberikan gejala dan indikasi yang dapat menyakiti diri, orang lain, dan lingkungan, psikolog akan merekomendasikan klien kepada psikiater. Hal ini bertujuan agar klien ditangani secara medis.

    Adapun laman ciputramedicalcenter.com, psikolog dan psikiater berfokus membantu menangani kesehatan mental. Kedua profesi ini memiliki kemampuan dalam psikoterapi.

    Namun, terdapat pendekatan yang berbeda dalam menangani klien. Melansir laman pijarpsikologi.org, psikologi menangani masalah menggunakan pendekatan psikologis.

    Psikolog akan memecahkan masalah dengan melihat pola kehidupan. Mereka cenderung menekankan pada kekuatan berbagai melalui klien bercerita mengenai permasalahannya dan psikolog mendengarkan. Serta, menganalisis penyebab dan kontribusi terhadap masalah yang dihadapi seperti pola tidur, makan, dan pemikiran negatif.

    Berbeda dengan psikolog, psikiater menangani masalah dengan pendekatan fisik. Seperti melihat kondisi seseorang dengan keseimbangan zat kimia pada otak.

    Psikiater cenderung menangani seseorang yang tidak menyadari kondisi mentalnya terpuruk. Apalagi, gangguan mental yang diderita termasuk berat, seperti halusinasi dan pemikiran bunuh diri. 

    Peran  psikolog untuk merefleksikan, membuka pemikiran dan pandangan serta pengarahan untuk menyelesaikan masalah.

    Sedangkan psikiater berperan dapat memberi pernyataan kepada manusia dikarenakan ketidakseimbangan fungsi-fungsi fisik seperti hormon. Oleh karena itu, psikiater menggunakan obat untuk membantu penyembuhan.

    Untuk itu, jika dirasa perlu mengunjungi profesional, Anda dapat mengunjungi psikolog dan psikiater sesuai dengan kebutuhan agar problem psikologi segera teratasi, tidak berkepanjangan.

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA
    Baca juga : Manfaat Curhat, Jangan Pendam Perasaan 


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.



     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.