Media Sosial Si Pembunuh Ruang Pribadi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi aplikasi media sosial di telepon genggam/hyppe

    Ilustrasi aplikasi media sosial di telepon genggam/hyppe

    TEMPO.CO, Jakarta - Jangan sembarangan bermain media sosial. Sosiolog Universitas Udayana, Wahyu Budi Nugroho, mengatakan media sosial sebagai era matinya ruang privat karena semua yang bersifat personal sudah terekspos dan bisa disaksikan oleh banyak orang tanpa disadari.

    "Jadi, bagaimana keseharian hidup kita, aktivitas sehari-hari, serta berbagai pengalaman dan momen yang diunggah di media sosial. Hal inilah yang menyebabkan era media sosial disebut sebagai era matinya ruang privasi," kata Wahyu.

    Ia mengatakan sebagian orang ada yang sudah menyadari dan menerima situasi tersebut karena menilai media sosial menawarkan keasyikan yang lebih banyak. Sementara, aktivitas bermedia sosial dengan intensitas yang terlalu sering dalam mengekspos hal-hal bersifat pribadi ke ranah publik tentu bisa menimbulkan kerentanan baru. Salah satunya adalah cyber crime atau kejahatan dunia maya.

    Menurut Wahyu, dibutuhkan literasi digital dan sikap kritis pengguna media sosial agar tidak sekadar mengikuti tren dunia maya tanpa menimbang berbagai risiko yang bisa ditimbulkan.

    "Literasi digital ini sangat penting karena sebagian masyarakat kita masih menganggap dunia maya sebagai permainan atau dengan kata lain, belum cukup bijak dan dewasa dalam penggunaannya," ucap Wahyu.

    Menurutnya, aktivitas di dunia maya sebenarnya memiliki fungsi sebagai sarana hiburan. Tetapi, poin penting dari awal internet, dunia maya, atau media sosial ditujukan untuk mempermudah komunikasi atau mendekatkan yang jauh serta berbagai informasi yang bermanfaat bukan sebagai sarana permainan.

    Salah satu contoh dampak negatif yang ditimbulkan dari matinya ruang privasi yaitu penggunaan fitur "Add Yours" yang memiliki risiko pencurian data pribadi pengguna. Hal tersebut bisa timbul ketika pengguna dikhawatirkan tidak berhati-hati dalam membagikan data informasi pribadi sehingga dapat diakses dengan mudah.

    Selain itu, yang sempat beberapa kali terjadi, kasus perampokan rumah akibat pelaku kriminal yang sebelumnya mengobservasi aktivitas keseharian pemilik rumah di media sosial.

    "Kejadian-kejadian itu seharusnya membuat pengguna media sosial semakin mawas membagikan aktivitas keseharian di dunia maya, terlebih jika ada fitur-fitur media sosial yang secara sengaja menanyakan hal-hal privat sebagaimana terjadi akhir-akhir ini," katanya.

    Baca juga: Macam Gangguan Mental Akibat Kecanduan Ponsel


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.