Strategi Mengajak Anak-anak Disiplin, Sanksi Seperti Apa Jika Melanggar?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi pria bermain dengan anak-anak. baby.ru

    Ilustrasi pria bermain dengan anak-anak. baby.ru

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan anak akan diikuti dengan perkembangan pola perilakunya. Namun tidak jarang, anak-anak melakukan kesalahan baik kesalahan disengaja maupun tidak disengaja. Agar tidak mengulangi kesalahan tersebut atau membuat anak merasa jera, orang tua memberikan sebuah sanksi sebagai bentuk pendisiplinan.

    Penting bagi perhatian orang tua untuk memberikan pola hukuman yang tepat. Sebaiknya, gunakan bentuk hukuman yang jauh dari kekerasan. Sebaliknya, gunakan strategi- strategi hukuman yang bermanfaat bagi anak-anak kelak. Berikut lima rekomendasi bentuk hukuman yang dapat diberikan pada anak apabila melakukan kesalahan.

    Show and Tell
    Mendisplinkan anak-anak dapat dilakukan dengan memberitahu salah dan benar atas suatu hal, dilansir dalam healthychildren.org. Praktikkan langkah ini secara tenang dengan menggunakan kata-kata dan tindakan. Misalnya,  memberitahu dan mempraktikkan tentang tatacara menaruh mainan yang baik dan benar. Selain itu, beritahu bahwa menaruh mainan sembarangan adalah tindakan yang kurang tepat. 

    Menggunakan Strategi Edukasi
    Dikutip dari parenting.firstcry.com, daripada memarahi anak dengan kondisi anak duduk telungkup sebaiknya beri sanksi kepada anak yang bersifat edukatif. Misalnya, berikan hukuman berupa tugas-tugas yang berkaitan dengan kegiatan sekolahnya, seperti menulis rangkaian huruf alfabet, mewarnai gambar, atau mengerjakan soal-soal matematika. Dengan demikian, selain memberikan sanksi, anak-anak juga sekaligus belajar.

    Hindari Berdebat
    Dijelaskan dalam verywellfamily.com, sebaiknya, berikan kalimat-kalimat yang merujuk pada sebuah harapan daripada debat. Misalnya, dengan menjelaskan bahwa orangtua yakin bahwa anak-anaknya bisa belajar dari kesalahan yang telah diperbuatnya. Berikan pernyataan sederhana berupa keyakinan jika anak-anak bisa untuk tidak mengulangi kesalahan lagi. 

    Jelaskan Tentang Risiko
    Sebagaimana dilansir dari healthychildren.org, apabila anak-anak melakukan suatu kesalahan, orang tua dapat memberikan pernyataan yang menjelaskan bahwa setiap perbuatan memiliki risiko. Misalnya jika anak-anak enggan menata mainannya, maka mainan tersebut akan hilang atau rusak. Jangan lupa untuk berikan apresiasi apabila anak-anak berhasil melakukan suatu hal yang baik. 

    Tetapkan Batasan
    Terapkan peraturan yang jelas dan konsisten yang dapat diikuti oleh anak-anak. Pastikan untuk menjelaskan aturan-aturan ini sesuai dengan usia anak sehingga mudah dipahami oleh mereka. Untuk menerapkan suatu sanksi, orang tua bisa berdiskusi dengan anak perihal hukuman tersebut sehingga anak-anak akan merasa memiliki tanggung jawab untuk mematuhinya. 

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Menghukum Bukan Cara Tepat Mendisiplinkan Anak, Simak Kata Pakar

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.