Antisipasi Varian Omicron, Tetap Ketat Protokol Kesehatan di Manapun Berada

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Omicron. REUTERS

    Ilustrasi Omicron. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona varian baru yang dikenal dengan Omicron telah ditemukan di Afrika Selatan pada 26 November 2021. Mengutip dari Aljazeera, sejumlah negara telah memasukkan Afrika Selatan ke dalam daftar hitam sejak ilmuwan Afrika Selatan menemukan Omicron minggu lalu.

    Belum jelas apakah varian Omicron lebih menular dibandingkan dengan varian lain, termasuk varian Delta, meskipun dikabarkan kecepatan penularannta tinggi. Jumlah orang yang dites positif tertular varian ini telah meningkat di wilayah Afrika Selatan. Namun studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lainnya.

    WHO menyatakan bahwa belum jelas apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan infeksi dengan varian lain. Data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tetapi ini mungkin karena meningkatnya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron.

    Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. Infeksi awal yang dilaporkan terjadi di antara mahasiswa atau individu yang lebih muda yang cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan, namun untuk memahami tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu.

    Semua varian Covid-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan.

    Apa yang perlu diperhatikan untuk mencegah terinfeksi virus ini?

    Langkah paling efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 adalah tetap ketat melaksanakan protokol kesehatan dengan menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain, memakai masker dengan benar, buka jendela untuk meningkatkan ventilasi, hindari ruang yang berventilasi buruk atau ramai, menjaga tangan tetap bersih, batuk atau bersin ke siku atau tisu yang tertekuk, dan melakukan vaksinasi. 

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Karantina 2 Pekan untuk WNI dari 11 Negara Terdeteksi Omicron, Negara Mana Saja?

    #Jagajarak #Pakaimasker #Cucitangan


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.