Selain Usir Kantuk, Kopi Bisa Turunkan Risiko Demensia

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Athena Lam

    Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Athena Lam

    TEMPO.CO, Jakarta - Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Kebanyakan orang meminumnya di pagi hari tetapi ada juga yang minum di sore hari. Minuman ini dikenal dengan kandungan kafein yang dapat menahan rasa kantuk.

    Kopi mengandung ratusan senyawa bioaktif, seperti kafein, asam klorogenat, trigonelin, kafestol, dan kahweol yang dapat menjaga kesehatan tubuh. Sebagian besar dari senyawa tersebut adalah antioksidan yang mampu melawan kerusakan akibat radikal bebas berbahaya dalam sel. Berikut manfaatnya.

    Meningkatkan fungsi otak
    Kafein adalah alasan utama mengapa kopi meningkatkan fungsi otak. Stimulan ini memblokir adenosin, neurotransmitter termasuk noradrenalin, dopamin, dan serotonin sehingga dapat meningkatkan suasana hati, waktu reaksi, fokus dalam belajar, dan kewaspadaan. Hal ini dapat mempengaruhi produktivitas dan pekerjaan sehari-hari.

    Mempertajam daya ingat
    Kafein dalam kopi juga dapat mempengaruhi daya ingat. Beberapa penelitian menunjukkan kafein mungkin memiliki efek positif yang signifikan pada memori jangka pendek dan jangka panjang. Tanpa memerintah otak untuk mengingat sesuatu, kafein dapat merangsang otak mengingat suatu hal yang mungkin dilupakan.

    Menurunkan risiko penyakit otak dan saraf
    Sama seperti bagian tubuh lain, otak juga akan mengalami penurunan fungsi. Bebagai penyakit menyerang otak, termasuk demensia dan Alzheimer. Penyakit tersebut menyebabkan daya ingat dan kemampuan otak menurun serta perubahan perilaku.

    Sebuah studi observasional telah mengaitkan konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi risiko hingga 65 persen lebih rendah terkena Alzheimer. Selain itu, kandungan kafein pada kopi juga dipercaya membantu mencegah penyakit Parkinson. Penyakit ini ditandai dengan kematian sel saraf di otak yang mengeluarkan dopamin dan penting untuk pergerakan otot.

    Parkinson terutama mempengaruhi gerakan dan sering kali disertai tremor. Menariknya, orang yang minum tiga cangkir kopi per hari dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson 29 persen lebih rendah.

    Menghilangkan rasa lelah atau kantuk
    Alasan utama mengapa orang minum kopi adalah merasa lebih terjaga karena kafein dalam kopi memblokir reseptor adenosin. Jadi, tidak mengherankan jika kafein dapat menekan perasaan lelah atau kantuk. Pastikan untuk tidak mengonsumsi kopi di sore atau malam hari karena dapat mengganggu tidur di malam hari.

    Ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kopi bisa sangat baik untuk otak. Food and Drug Administration (FDA) telah menyatakan orang dewasa yang sehat hanya boleh mengonsumsi sekitar 4-5 cangkir (400 miligram) setiap hari untuk menghindari efek samping yang berpotensi berbahaya atau merugikan.

    ANDINI SABRINA | HEALTH LINE

    Baca juga: Minuman yang Baik buat Kesehatan Jantung, Termasuk Kopi dan Anggur?


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.