Pahami 5 Jenis Obat Antibiotik Serta Fungsinya, Penisilin Salah Satunya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi minum obat. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi minum obat. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaAntibiotik merupakan kelompok obat yang sudah akrab di telinga kita. Jenis obat ini memiliki fungsi untuk menghentikan atau memperlambat laju infeksi bakteri dan parasit tertentu. Obat ini juga disebut dengan anti bakteri.

    Dilansir dari laman Medical News Today, badan ini memiliki sistem kekebalan tubuh sendiri untuk mencegah bakteri berkembang biak. Sel darah putih atau leukosit akan menyerang bakteri berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

    Namun, terkadang jumlah bakteri yang masuk ke dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menyerang bakteri tersebut. Pada saat ini lah antibiotik dibutuhkan.

    Antibiotik memiliki beberapa jenis. Dilansir dari laman Rumah Sakit Surya Husada, berikut beberapa jenis antibiotik yang sering digunakan:

    1. Penisilin
      Penisilin merupakan antibiotik natural pertama yang ditemukan oleh Alexander Fleming pada 1928. Obat ini bekerja dengan cara mengganggu pembentukan dindin sel bakteri sehingga bakteri mati. Penisilin digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi bakteri seperti infeksi pada saluran pernafasan, telinga, gigi, kulit, dan tenggorokan.

    2. Sefalosporin 
      Sama seperti penisilin, obat jenis sefalosporin dapat mengobati tubuh dari serangan bakteri dengan cara mengganggu sintesis dinding sel bakteri. Obat ini biasa diberikan pada pasien dengan infeksi traktus respiratorius bawah, infeksi kulit atau struktur kulit, infeksi tulang dan sendi, infeksi intra-abdomen, dan infeksi traktus genitourinarius.

    3. Basitrarin 
      Basitrarin merupakan antibiotik golongan polipeptida yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri. Obat ini memiliki fungsi untuk mengobati luka ringan di kulit dengan mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada luka. Obat ini tersedia dalam bentuk salep.

    4. Aminoglikosida
      Obat ini bekerja dengan cara memodifikasi atau menghambat sintesis protein pada bakteri. Aminoglikosida diberikan pada pasien dengan pneumonia, kolesistisis, peritonitis, septikemia, pyelo nefritis, infeksi kulit, inflamasi pada tulang panggul, endokarditis, meningitis, listeriosis, brucellosis, pes, pencegahan infeksi setelah pembedahan.

    5. Kloramfenikol
      Obat ini dibatasi hanya digunakan untuk infeksi yang mengancam nyawa seseorang dan tidak ada alternatif obat lainnya. Biasanya antibiotik jenis ini diberikan pada pasien dengan indikasi demam tifoid, infeksi berat lain terutama yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae, abses serebral, mastoiditis, ganggren, septikemia, pengobatan empiris pada meningitis.

    MAGHVIRA ARZAQ KARIMA

    Baca: Alasan Dokter Mengharuskan Obat Antibiotik Wajib Dihabiskan

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.