Restoran Anda Kurang Laku, Jangan Harap Bisa Memulai Waralaba

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi restoran. REUTERS

    Ilustrasi restoran. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Waralaba termasuk salah satu strategi mempromosikan, memperluas, dan meningkatkan usaha. Namun, Anda sebaiknya perlu mengetahui kapan waktu yang tepat atau tanda kapan membuka atau menunda pembukaan franchise restoran.

    Berikut empat tanda restoran Anda masih belum siap untuk waralaba sehingga dapat menjadi pertimbangan dan menjadi catatan.

    Tak ada hasil operasional yang terbukti
    Ed Teixeira, mantan eksekutif franchisor dan franchisee dengan 40 tahun pengalaman waralaba, menyatakan dalam bisnis waralaba yang sudah ada, prinsip utama yang digunakan adalah memiliki operasi yang menguntungkan. Dalam hal ini, pemilik franchise pemula harus mengidentifikasi mengapa usahanya tidak menguntungkan dan memperbaiki situasi sebelum mengharapkan pemegang waralaba baru untuk memecahkan masalah.

    Restoran harus memiliki metode yang terbukti bersama dengan hasil penjualan yang dapat diukur. Setiap sistem dalam operasi, mulai dari resep hingga pemasaran, perlu didokumentasikan dan dapat diajarkan. Jika hal ini tidak terjadi pada restoran Anda, mundurlah selangkah dan lanjutkan bekerja pada sistem operasi total sebelum menawarkan waralaba.

    Belum memiliki konsep
    Ketika pelanggan masuk ke restoran waralaba yang sukses, biasanya terdapat sebuah tema ataupun suara lagu atau ucapan sebagai ciri khas. Anda setidaknya perlu memiliki konsep, baik dalam layanan, dekorasi, musik, dan sebuah pesan atau nilai. Nama restoran yang kreatif dan mencolok dapat menarik konsumen dan berbagai pihak yang ingin berinvestasi pada waralaba Anda. Itulah sebabnya meskipun beberapa restoran mungkin menjual masakan serupa, merek waralaba yang sukses melakukannya dengan sentuhan baru dan lingkungan yang menarik.

    Tidak cukup modal
    Salah satu kegagalan yang signifikan dari pemilik waralaba pemula adalah meremehkan biaya peluncuran merek ke dunia waralaba. Beberapa percaya mereka dapat meningkatkan upaya dan mendanai pertumbuhan perusahaan dengan menggunakan biaya waralaba di muka yang dikumpulkan. Pemilik waralaba yang kekurangan modal menghadapi kesulitan dan mereka akan menahan uang tunai atau menjual waralaba pertama namun tidak dapat mendukungnya.

    Timbang sebuah faktor dengan hati-hati
    Walaupun beberapa hal di atas merupakan faktor yang paling besar dalam mempertimbangkan membuka waralaba, Anda juga perlu memikirkan berbagai faktor lain, baik dalam kebutuhan pasar, unit, dan faktor ekonomi lain dalam peluncuran. Anda perlu mempertimbangkan berbagai rekomendasi profesional untuk menerapkan seluruh aspek sehingga usaha menguntungkan dan bertahan dalam jangka panjang.

    Baca juga: Bocoran buat yang Ingin Buka Warung Pecel Lele


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.