Kopi Dicampur Putih Telur Bisa untuk Mengobati Mata Sembap

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi biji Kopi Hijau. Pixabay.com/Schmucki

    Ilustrasi biji Kopi Hijau. Pixabay.com/Schmucki

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpukan cairan yang berlebihan menyebabkan mata sembap atau bengkak. Pembuluh darah yang melebar di bawah kelopak mata juga menjadi salah satu penyebab mata menjadi sembap. Mata yang bengkak juga lingkaran hitam bisa menjadi tanda penuaan kulit.  

    Sebuah artikel dalam Hello Glow menjelaskan, bahwa kopi bisa membantu mencegah dan mengobati mata bengkak. Caranya kopi dibuat untuk masker wajah memakai takaran dua sendok dicampur satu butir telur ambil bagian putihnya saja, kemudian diaduk sampai berbusa.

    Sebelum dipakai untuk masker, campuran kopi dan telur itu dimasukkan dalam kulkas selama 15 menit. Campuran seperti krim yang sudah keluar dari kulkas itu dioleskan di sekitar mata. Saat mengoleskan, tidak perlu sampai kelopak mata. Hal itu supaya untuk menghindari krim masuk ke dalam mata. Pemakaian masker cukup 10 menit saja, kemudian dilap menggunakan handuk yang basah.

    Pemakaian masker kopi bisa saat pagi hari sebelum beraktivitas maupun malam ketika akan beristirahat. Kafein yang terkandung dalam kopi memberi stimulan agar darah mengalir. Ini akan mengurangi penumpukan cairan juga dapat memperbaiki lingkaran kulit di bawah mata. 

    Kopi bersifat diuretik untuk mengurangi pembengkakan. Antioksidan yang terkandung dalam kopi bisa melawan radikal bebas yang merusak kulit.

    Mengutip laman Strava Craft Coffe, kulit di sekitar mata merupakan bagian yang tipis dan sensitif. Bubuk kopi yang halus bisa menjadi barut (scrub) lembut untuk bagian bawah mata. Pemakaian bahan untuk menenangkan kulit bisa juga ditambahkan, yaitu lidah buaya, minyak zaitun, dan madu.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca: Lima Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.