10 Fakta Menarik Bahasa Isyarat yang Perlu Anda Ketahui

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Penerjemah bahasa isyarat menyampaikan isi pidato Menteri Sosial Juliari P. Batubara dalam acara puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 (HDI) Kementerian Sosial di Jakarta, Kamis 3 Desember 2020. Pemerintah berkomitmen dalam meningkatkan upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, khususnya dalam peningkatan layanan disabilitas ke arah digitalisasi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Penerjemah bahasa isyarat menyampaikan isi pidato Menteri Sosial Juliari P. Batubara dalam acara puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 (HDI) Kementerian Sosial di Jakarta, Kamis 3 Desember 2020. Pemerintah berkomitmen dalam meningkatkan upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, khususnya dalam peningkatan layanan disabilitas ke arah digitalisasi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, JakartaBahasa isyarat merupakan medium bagi penyandang tuna rungu untuk berkomunikasi. Dilansir dari World Federation of the Deaf, ada sebanyak 70 juta orang yang menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi.

    Sama seperti bahasa lainnya di dunia, bahasa isyarat memiliki beberapa fakta menarik. Berikut ini 10 fakta menarik mengenai bahasa isyarat.

    1. Dilansir dari laman Language Unlimited, LLC, bahasa isyarat di setiap negara berbeda-beda. Sebagian besar negara memiliki bahasa isyaratnya sendiri atau memiliki persamaan bahasa isyarat, tetapi dengan perbedaan dialek.
    2. Bahasa isyarat menggunakan lebih dari gerakan tangan. Contohnya, bahasa isyarat di Negara Inggris juga menggunakan ekspresi wajah dan bahasa tubuh untuk berkomunikasi.
    3. Bahasa isyarat memiliki tata bahasanya sendiri. Contohnya, sebuah pertanyaan harus diikuti dengan posisi alis yang benar. Posisi alis untuk pertanyaan apa, siapa, mengapa, kapan, mengapa, dan di mana, berbeda dengan posisi alis untuk pertanyaan ya/tidak.
    4. Cedera otak meusak persepsi seseorang terhadap bahasa isyarat sama seperti bahasa lisan lainnya. Seseorang dengan cedera otak mungkin untuk menggunakan bahasa isyarat, tetapi tanpa tata bahasa yang benar.
    5. Dilansir dari laman Weston College, kebanyakan penyandang tuna rungu memiliki bahasa isyarat untuk namanya. Banyak orang yang berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat mempunyai gestur sendiri untuk merepresentasikan namanya. Nama ini bersifat unik dan berlaku seperti nama panggilan.
    6. Khusus bahasa isyarat Amerika (ASL), alfabet yang didemonstrasikan dapat dilakukan dengan menggunakan satu tangan. Sementara itu, bahasa isyarat negara Jerman dan Inggris menggunakan kedua tangan.
    7. Anak-anak memahami bahasa isyarat dengan cara yang sama seperti mereka memahami bahasa lisan. Melalui interaksi dengan orang-orang sekitar, anak-anak mengeksplorasi berbagai gestur yang dapat dibuat oleh tangan.
    8. Arah ke mana telapak tangan menghadap dapat merubah arti seluruh bahasa.
    9. Bahasa isyarat Amerika adalah bahasa paling populer keempat di Amerika Serikat setelah Bahasa Inggris, Spanyol, dan China.
    10. Dilansir dari laman American Language Service, Beethoven menjadi komposer dan pianis ternama meskipun ia memiliki gangguan pendengaran.

    Dengan mempelajari bahasa isyarat, Anda turut berperan dalam meningkatkan kesadaran dan sensitivitas terhadap penyandang tuna rungu. Sebagai medium yang digunakan oleh orang dengan gangguan pendengaran, bahasa isyarat dapat mempermudah akses informasi komunitas penyandang tuna rungu.

    DINA OKTAFERIA

    Baca juga: Bahasa Isyarat SIBI dan Bisindo, Tilik Perbedaannya 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.