Penisilin, Antibakteri Pertama yang Sering Digunakan, Apa Khasiatnya?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ilustrasi minum obat (pixabay.com)

    ilustrasi minum obat (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Antibakteri sering digunakan untuk mengobati infeksi seperti penisilin. Infeksi dapat terjadi karena terpapar virus maupun bakteri. Untuk menyembuhkan infeksi dibutuhkan antibiotik. Jika penyebabnya dikarenakan bakteri, maka dibutuhkan antibakteri. Salah satu antibakteri yang sering digunakan adalah penisilin. Apa itu penisilin?

    Penisilin sering digunakan oleh para dokter untuk mengobati infeksi dan penyakit. Obat ini dapat dikonsumsi dengan oral ataupun suntikan. Obat ini termasuk kelompok obat antibakteri serta merupakan antibakteri pertama.

    Melansir laman healthdirect.gov.au, penisilin digunakan untuk melawan berbagai macam bakteri kecuali bakteri yang telah resisten terhadap penisilin. Biasanya penisilin digunakan untuk infeksi kulit, telinga, gigi, telinga hidung tenggorokan (THT), saluran kemih, dan infeksi bakteri lainnya. 

    Penisilin bekerja dengan cara menghentikan bakteri berkembang biak melalui membentuk dinding. Penisilin efektif bekerja ketika bakteri sedang berkembang biak dan membentuk dinding sel. 

    Mengonsumsi antibakteri ini dapat menyebabkan efek samping seperti sakit perut, diare, pusing, dan ruam. Selain itu, terdapat efek samping yang jarang dialami seperti gangguan pernapasan, kram perut, serta alat kelamin gatal dan mengeluarkan cairan. 

    Terdapat efek samping serius yang sangat jarang dialami yaitu sulit bernapas karena reaksi alergi dan kejang.

    Melansir laman drugs.com, jenis antibiotik penisilin adalah amoxicillin (Amoxil), ampicillin (Omnipen, Principen), carbenicillin (Geocillin), dicloxacillin (Dycill, Dynapen), or oxacillin (Bactocill)

    Mengonsumsi penisilin harus sesuai dengan resep dokter. Antibakteri ini tidak boleh dikonsumsi lebih maupun kurang dari resep dokter. Sebab, ini akan berdampak pada efektivitas dan kinerja antibakteri.

    Penisilin dapat dikonsumsi setelah maupun sebelum makan. Bagi penisilin cair, kocok dengan baik sebelum dikonsumsi. Gunakan sendok takar atau cangkir obat. Hal ini semata-mata digunakan agar mendapat dosis yang tepat.

    Konsumsi penisilin sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan oleh dokter. Gejala dapat membaik walaupun infeksi belum sembuh total. Oleh karena itu, tetap konsumsi penisilin sesuai dengan saran dokter atau konsultasikan kembali ke dokter.

    Selain itu, jangan berikan penisilin kepada orang lain walaupun memiliki gejala infeksi yang sama. Serta, penisilin tidak akan mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus sehingga tidak bisa mengobati flu.

    JACINDA NUURUN ADDUNYAA 

    Baca: 5 Obat Termasuk Antibakteri atau Antibiotik, Mana yang Sering Dikonsumsi?

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.