Spanyol Perangi Penyebab Obesitas Anak, Larang Iklan Cokelat dan Es Krim

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ilustrasi eskrim yang bisa bikin tidur (dok Unsplash)

    ilustrasi eskrim yang bisa bikin tidur (dok Unsplash)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Urusan Konsumen Spanyol telah mengumumkan akan melarang iklan makanan dan minuman tidak sehat yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja melalui TV, radio, media sosial, situs web, aplikasi, bioskop, dan surat kabar. Produk yang termasuk dalam larangan tersebut antara lain cokelat dan permen, hingga kue kering, makanan penutup, jus, dan es krim.

    Peraturan ini akan mulai berlaku tahun depan. Mengutip dari Elpais.com, terdapat lima kategori produk iklan yang dilarang untuk anak di bawah umur terlepas dari kandungan nutrisinya, yaitu permen yang dibuat dengan cokelat atau gula, energy bar, topping manis, dan makanan penutup yang termasuk produk kue, biskuit manis atau kue kering dan makanan panggang lainnya. Tiga kategori lainnya yaitu mencakup jus, minuman energi, dan es krim.

    Kementerian merencanakan iklan produk yang tidak sehat akan dilarang di radio maupun saluran TV lainnya untuk anak di bawah 16 tahun. Selain itu, media sosial, aplikasi, internet, dan media cetak juga dilarang untuk menampilkan iklan yang ditujukan untuk anak di bawah 16 tahun.

    Peraturan tersebut diberlakukan dengan tujuan untuk memerangi masalah obesitas anak. Menurut studi Aladino 2019 pada survei terhadap anak-anak berusia enam hingga sembilan tahun, 40,6 persen anak di bawah umur ini berada di atas berat badan yang direkomendasikan, sementara 23,3 persen kelebihan berat badan dan 17,3 persen mengalami obesitas.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Segarnya Es Krim tapi Pahami Pula Dampak Buruknya

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.