Manfaat Mengonsumsi Jahe, dari Kesehatan Mulut hingga Mengurangi Mual

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Jahe adalah rempah dan bumbu dapur yang kaya manfaat bagi kesehatan dan bisa membantu menurunkan berat badan. (Canva)

    Jahe adalah rempah dan bumbu dapur yang kaya manfaat bagi kesehatan dan bisa membantu menurunkan berat badan. (Canva)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jahe termasuk rempah yang sering digunakan untuk bahan baku minuman tradisional. Umbi jahe pun digunakan untuk campuran bumbu kuliner Nusantara. Rasa jahe agak pedas, maka cocok untuk menghangatkan tubuh. Berikut manfaat mengonsumsi jahe untuk kesehatan tubuh.

    • Menjaga kesehatan mulut

    Penerbit daring artikel kesehatan WebMD menjelaskan, senyawa aktif dalam jahe (gingerol) bisa mencegah perkembangan bakteri di mulut. Bakteri yang dimaksud benih penyakit di jaringan struktur sekitar gigi, seperti infeksi gusi.

    • Mencegah mual

    Jahe juga membantu meredakan mual. Hal itu karena jahe dapat memecah dan membuang penumpukan gas dalam usus.  Khasiat jahe untuk mengatasi berbagai mual, seperti efek kehamilan, mabuk perjalanan, dan kemoterapi.

    • Meringankan nyeri haid

    Penelitian menunjukkan, bahwa perempuan yang mengonsumsi 1.500 miligram bubuk jahe sekali sehari selama tiga hari masa haid akan berkurang rasa kram dan nyeri.

    • Menurunkan kolesterol

    Pusat medis akademik nirlaba Amerika Serikat, Cleveland Clinic dalam situs webnya menjelaskan, bahwa orang yang rutin mengonsumsi pil jahe akan mengalami penurunan kadar lemak dalam darah (trigliserida), kolesterol total, dan kolesterol jahat setelah 45 hari. Penelitian itu masih masih tahap lanjutan untuk sepenuhnya memastikan penurunan kolesterol orang yang mengonsumsi jahe.

    • Meningkatkan sirkulasi gula darah

    Senyawa gingerol dalam jahe juga dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil. Jahe juga mengurangi enzim yang memecah karbohidrat, sehingga membantu metabolisme zat gula (glukosa). Jahe dapat membantu mengatur glukosa tidak menumpuk di aliran darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Adapun penelitian lain menemukan, bahwa jahe mendorong otot untuk menyerap glukosa, tanpa mengharuskan tubuh mengambil insulin ekstra.

    • Menurunkan berat badan

    Situs web penyedia informasi kesehatan Healthline menjelaskan, bahwa beberapa penelitian terhadap hewan dan manusia, jahe menunjukkan sifat membantu menurunkan berat badan merujuk tinjauan literatur pada 2019. Hal itu bermanfaat untuk orang yang kelebihan berat badan atau obesitas. Pada 2016, sebuat riset terhadap 80 perempuan dengan obesitas menemukan, bahwa jahe bisa membantu mengurangi indeks massa tubuh dan kadar insulin darah. Kadar insulin darah yang tinggi berhubungan dengan obesitas.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Keracunan Makanan, Mengapa Disarankan Minum Air Kelapa Muda dan Air Jahe?


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.