Kiat Hadapi Pasangan Manipulatif

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Istilah toxic relationship mengacu pada sebuah hubungan yang tidak sehat dan ditandai dengan berbagai perilaku 'beracun' yang punya potensi merusak fisik dan mental diri sendiri atau pasangan. (Foto: Canva)

    Istilah toxic relationship mengacu pada sebuah hubungan yang tidak sehat dan ditandai dengan berbagai perilaku 'beracun' yang punya potensi merusak fisik dan mental diri sendiri atau pasangan. (Foto: Canva)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sulit untuk mengidentifikasi kapan Anda dimanipulasi oleh pasangan. Hal ini bisa sangat membingungkan karena konsep manipulasi adalah untuk mendapatkan kendali, kekuasaan, atau pengaruh atas seseorang dengan cara yang culas.

    Karena itu, sulit untuk benar-benar percaya orang yang disayangi bisa memanipulasi. Anda bisa menyamakan kondisi tersebut dengan gaslighting. Sebagai informasi, gaslighting merupakan bentuk pelecehan emosional. Pasangan menggunakan metode atau teknik tertentu untuk meminta Anda mempertanyakan pikiran, emosi, perasaan, dan keputusan tentang hidup dan hubungan dengan cara yang sangat menipu.

    Hubungan manipulatif bisa sangat merusak, Namun Anda sebenarnya bisa mengabaikannya begitu saja. Perlu diingat, ada proses bertahap mengenai perubahan dalam dinamika suatu hubungan. Buat yang mungkin sedang berada dalam hubungan beracun, ini lima bocoran pasangan manipulatif, seperti dilansir dari PinkVilla.

    Jangan abaikan suara hati
    Jika mempertanyakan perilaku dan niat pasangan mengenai kemungkinan manipulasi, dengarkan suara hati. Suara itu memberitahu untuk bersandar, memperhatikan, dan waspada. Jangan terlalu sering mengabaikan tanda peringatan yang mencoba berbicara kepada kita, percayalah pada penilaian Anda.

    Kendali penuh
    Jika merasa pasangan berusaha mengendalikan setiap gerakan, seperti menjauhkan Anda dari teman dekat dan keluarga, membuat keputusan, atau membuat Anda mempertanyakan keputusan Anda, inilah saatnya untuk benar-benar memperhatikan pola perilaku pasangan. Ketika seseorang mencoba menjauhkan dari jaringan pribadi keluarga dan teman-teman, Anda sebaiknya mengevaluasi motifnya dan mempertanyakan niatnya.

    Terlalu protektif
    Jika melihat pasangan mempengaruhi pilihan Anda, ini adalah tanda bahaya besar. Ketika pasangan mulai membuat semua keputusan tentang hubungan, seperti ke mana Anda bisa pergi, dengan siapa bergaul atau berbicara, apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan, inilah saatnya untuk mendapatkan kembali kekuatan Anda. Ketika menyadari pasangan mencoba untuk mengambil kekuatan Anda, mulailah dengan sangat jelas tentang pilihan yang ingin dibuat untuk diri sendiri. Tetapkan batasan yang jelas tentang mempertahankan sikap dan otoritas pengambilan keputusan dalam hubungan.

    Jebakan emosional
    Tanda lain ketika pasangan mencoba memanipulasi secara emosional, misalnya jika ia mencoba meyakinkan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai atau berusaha membuat Anda merasa tidak enak dengan menjadi terlalu emosional. Berhentilah sejenak untuk mengevaluasi nilai-nilai sendiri dan tentukan apakah hubungan itu baik-baik saja. Tanya kepada diri sendiri, bagaimana Anda ingin menjalani hidup setelah ini? Anda tidak harus membeli apa yang pasangan jual. Artinya, jangan terbawa emosi dengan menjadi jelas dalam tanggapan kepada pasangan. Minimalkan kemungkinan terjebak dalam badai emosi.

    Tetapkan batasan
    Jika masih ingin melanjutkan hubungan, Anda harus menetapkan batasan dengan pasangan. Pastikan Anda mendapatkan kembali kekuatan pilihan dan tidak terlibat dalam hal-hal emosional dengan pasangan. Jika kesulitan keluar dari hubungan beracun, mungkin ini saatnya untuk mencari bantuan dari keluarga, sahabat, atau konselor profesional.

    Baca juga: Sebab Wanita Cerdas Melajang Lebih Lama


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.