Apa Itu Fisioterapi Anak, Seperti Apa Penanganannya?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah anak-anak mengikuti fisioterapi bagi para korban kecelakaan pembangkit tenaga nuklir Chernobyl di rehabilitasi dan kesehatan pusat anak-anak di Minsk, Belarus, 25 April 2016. REUTERS/Vasily Fedosenko

    Sejumlah anak-anak mengikuti fisioterapi bagi para korban kecelakaan pembangkit tenaga nuklir Chernobyl di rehabilitasi dan kesehatan pusat anak-anak di Minsk, Belarus, 25 April 2016. REUTERS/Vasily Fedosenko

    TEMPO.CO, JakartaFisioterapi adalah proses rehabilitasi yang dilakukan agar seseorang terhindar dari risiko cacat fisik akibat cedera atau penyakit. Fisioterapi sendiri memiliki beberapa jenis terapi salah satunya yaitu fisioterapi pada anak.

    Fisioterapi anak merupakan terapi fisik yang dikhususkan kepada anak untuk mendiagnosis, merawat, dan mengelola kondisi yang mempenagruhi anak ataupun bayi. Selain itu, fisioterapi pada anak juga berguna untuk membantu menangani adanya keterlambatan, gangguan dan kelainan pada alat dan fungsi gerak pada anak-anak dari lahir sampai dengan remaja.

    Tidak hanya itu peran fisioterapi juga sangatlah penting dalam membantu mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak serta fungsi terhadap anak yang mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembanganya, sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsionalnya. Serta fisioterapi juga membantu anak-anak dengan cedera biomekanik, posisional, dan olahraga.

    Dikutip dari laman therapiesforkids.com, membantu anak-anak menggunakan fisioterapi tentulah sangat berbeda jika dibandingkan dengan penggunaan fisoterapi pada orang dewasa. Hal ini juga dilihat dari sudut pandang anatomi, fisiologis dan juga psikologis.

    Oleh karena itu, fisioterapi anak mulai berperan melalui pijat bayi baik terhadap bayi normal ataupun prematur dan juga sampai skrining tes terhadap tumbuh kembang si bayi yang tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah bayi tersebut mengalami gangguan secara motorik kasar, motorik halus, perilaku sosial, dan bahasa yang disesuaikan dengan usianya.

    Lalu, perkembangan pada anak dapat dilihat melalui lima aspek yang terdiri dari yaitu motorik kasar, motorik halus, pengamatan, bicara dan asosialisasi.

    Dan dengan adanya pendekatan dari fisioterapi dari sejak usia anak masih bayi, membuat kemampuan motorik baik motorik halus maupun motorik kasarnya sudah disiapkan untuk menghadapi proses tumbuh kembang anak ke depannya. Selain itu, diharapkan juga bayi tidak akan mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya.

    ASMA AMIRAH

    Baca: Angkie Yudistira: Banyak Layanan Fisioterapi untuk Difabel tertunda Saat Pandemi


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.