Mau Ikut Lomba Lari Maraton, Perhatikan Persiapan Berikut

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi lari maraton. Foto: Maybank Marathon

    Ilustrasi lari maraton. Foto: Maybank Marathon

    TEMPO.CO, Jakarta - Lomba lari maraton kini mulai berlangsung di berbagai tempat. Mengikuti lomba maraton bukan cuma bermodal nekat. Ada berbagai persiapan yang harus diperhatikan supaya sehat sekaligus senang.

    Project Director Maybank Marathon, Widya Permana mengatakan, siapa pun dapat mengikuti ajang maraton dan menjadikan pencapaian dalam lomba lari itu sebagai wujud aspirasi diri. "Kami menyelenggarakan Maybank Marathon sebagai wadah bagi masyarakat pehobi olahraga lari untuk memenuhi kerinduan menghadapi run challenge," kata Widya dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 Desember 2021.

    Maybank Marathon Anywhere 2021 berlangsung secara virtual pada Sabtu-Minggu, 11-12 Desember 2021. Seluruh peserta wajib menuntaskan run challenge dalam satu periode waktu atau single continuous run yang dapat dilakukan pada hari Sabtu atau Minggu. Ada tiga kategori lari, yakni 10 kilometer, 21 kilometer, dan 42 kilometer. Pendaftaran Maybank Marathon Anywhere 2021 melalui situs http://www.maybank.co.id/mma.

    Bagi pelari pemula di kategori 10 kilometer, sebaiknya siapkan diri sebelum mulai lari maraton. Berikut ulasannya:

    • Pemeriksaan kesehatan sebelum berlari
      Pelari pemula umumnya membutuhkan waktu satu tahun hingga fisik siap untuk mengikuti lomba lari sepanjang 21 kilometer hingga 42 kilometer. Itu sebabnya, pilih opsi jarak yang paling ringan, yakni 10 kilometer.

      Sebelum memulai program latihan maraton, konsultasi dulu dengan dokter dan menjalani cek kesehatan. Jika tidak ada kondisi medis khusus dan dokter memberikan lampu hijau, maka latihan persiapan lari maraton dapat berjalan.

    • Disiplin
      Lari maraton bukan sekadar menantang kemampuan fisik. Psikis pelari juga mempengaruhi karena berhubungan dengan motivasi dan kedisiplinan. Kekuatan fisik dan psikis saling menunjang agar pelari semangat berlatih dan meraih pencapaian yang tinggi.

    • Berlatih ketahanan fisik
      Berlatih mengkombinasikan lari dengan berbagai olahraga berintensitas tinggi untuk meningkatkan edurance. Jenis olahraga yang bisa dipilih antara lain progression run, intervals, hill repeats, berenang, dan bersepeda. Pantau terus detak jantung di setiap sesi latihan.

    Pendiri IndoRunners Bali, Patricia Henny mengatakan, olahraga lari pada dasarnya merupakan olahraga tunggal. "Lari membawa semangat perjuangan dan pantang menyerah," ujarnya.

    Baca juga:

    Najwa Shihab Dapat Medali Pertama, Bahagia Dikawal Ridwan Kamil dan Bima Arya

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.