Cara Menjalin Hubungan Profesional dan Personal dengan Rekan Kerja

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi wanita dan rekan kerja. Freepik.com

    Ilustrasi wanita dan rekan kerja. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekerja bukan hanya soal menyelesaikan tugas, mengikuti arahan atasan, namun juga menjalin hubungan dengan rekan kerja. Ada orang yang luwes berinteraksi di kantor, ada pula yang kaku atau cenderung menutup diri dari teman kerja.

    Pola komunikasi horizontal ini penting untuk membangun jejaring pertemanan. Sebab, di mana pun berada, kamu tentu ingin punya teman. Komunikasi dengan rekan kerja yang buruk dapat memengaruhi kinerja karena terkadang kamu harus bekerja sendiri atau dalam tim. Berikut cara menjalin hubungan profesional dan personal dengan rekan kerja:

    • Membangun komunikasi yang jelas
      Komunikasi di tempat kerja dapat terganggu karena urusan sederhana, pola komunikasi yang tidak tersambung. Tidak tahu harus bertanya kepada siapa saat menghadapi kesulitan saat menyelesaikan tugas, ingin minta tolong tetapi sunkan karena khawatir mengganggu pekerjaan orang lain, dan banyak lagi hal-hal yang membuat komunikasi sesama rekan kerja tidak berjalan mulus.

      Jika ada kendala saat mengerjakan tugas, kamu sebaiknya memahami dulu bagaimana garis hierarki atau struktural perusahaan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui siapa atasan langsung, atasan tidak langsung, dan rekan yang sejajar. Kamu juga bisa meminta referensi dari seorang teman untuk mengetahui ke mana harus minta tolong.

    • Hormati preferensi komunikasi orang lain
      Setiap orang memiliki preferensi komunikasi yang berbeda. Ada yang lebih suka lewat teks atau langsung bicara orang per orang. Model komunikasi ini juga bergantung pada generasi atau usia karyawan.

      Untuk pekerja senior, mungkin lebih tertarik membangun komunikasi langsung, sementara karyawan yang lebih muda, cenderung dengan komunikasi lewat teks. Sebaiknya jangan sampai keliru dalam menerapkan metode komunikasi ini karena kamu akan mendapatkan respons yang tidak menyenangkan.

    • Instrospeksi bagaimana kamu berkomunikasi
      Penting untuk mengetahui bagaimana kamu berkomunikasi dengan orang lain. Setelah mengidentifikasi gaya kamu berelasi, cek siapa yang cocok dengan metode itu. Sebab cara kamu berkomunikasi adalah cermin profesionalismemu. Apakah kamu tipe orang yang ekspresif, blak-blakan, atau kerap menyisipkan pesan dalam setiap pernyataan.

    • Pelajari cara berkomunikasi langsung dan tidak langsung
      Berbincang dengan rekan kerja tak selalu bicara. Kita sering mengirimkan pesan teks atau pesan suara lewat berbagai saluran, seperti pesan instan, surat elektronik, dan sebagainya. Jangan sampai kalimat yang kamu tuliskan dalam pesan tersebut menimbulkan persepsi berbeda. Kirimlah pesan dengan bahasa yang mudah dipahami, hindari kata-kata yang sulit dimengerti, dan memiliki gaya komunikasi yang sesuai dengan penerima pesan.

    • Membangun hubungan yang bermakna
      Menemukan cara berinteraksi pada tingkat yang lebih pribadi akan membuka pintu komunikasi yang bermakna. Luangkan waktu untuk mengenal rekan kerja, makan bersama, bermain video game, memulai percakapan santai, hingga jalan bareng. Aktivitas ini memungkinkan rekan kerja untuk berbagi pengalaman pribadi serta membangun hubungan personal yang saling percaya dan menghormati.

    • Kritik yang membangun
      Tidak semua orang siap mendapatkan kritik. Jadi, ketika kamu hendak mengkritik hasil kerja rekanmu, maka sampaikan dengan baik dan pilih kalimat yang sesuai agar tetap konstruktif. Jangan sampai mendiskreditkan, menyudutkan, apalagi mempermalukan rekan kerja. Beri saran yang konkret untuk memperbaiki kinerjanya.

    YINOLA CRISSY ELENROSE HADRIAN | BROSIX

    Baca juga:
    Kiat Menemukan Karier yang Tepat

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.