Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penyakit yang Mengancam Pasca Erupsi Gunung Api

Reporter

Editor

Nurhadi

image-gnews
Warga melihat material awan panas erupsi Gunung Semeru yang mengalir di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad, 5 Desember 2021. PVMBG mengeluarkan rekomendasi masyarakat/pengunjung/wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor Tenggara - Selatan. ANTARA/Umarul Faruq
Warga melihat material awan panas erupsi Gunung Semeru yang mengalir di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad, 5 Desember 2021. PVMBG mengeluarkan rekomendasi masyarakat/pengunjung/wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor Tenggara - Selatan. ANTARA/Umarul Faruq
Iklan

TEMPO.CO, JakartaErupsi gunung merupakan fenomena alam yang berbahaya. Baru-baru ini Gunung Semeru yang berada di Provinsi Jawa Timur meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021. Gas, abu, lava, dan batu yang keluar dari perut bumi berbahaya bagi manusia dan habitat yang ada di sekitar gunung.

Bukan hanya muntahan material letusan gunung yang berbahaya, melainkan juga risiko lain yang mengiringinya, seperti mati listrik, tanah longsor, kontaminasi air minum, dan kebakaran hutan. Letusan gunung api juga dapat menyebabkan berbagai penyakit yang perlu diwaspadai.

Abu yang berasal dari letusan gunung dapat mengganggu pernapasan, terutama berdampak terhadap bayi, orang tua, dan orang-orang dengan gangguan pernapasan seperti asma, emfisema, dan gangguan paru-paru lainnya.

Abu gunung api berbentuk tajam dan bersifat abrasif, terkadang korosif. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), abu gunung api mengandung silika kristal, yaitu bahan penyebab penyakit pernapasan yang disebut silikosis. Karena itu, orang-orang yang terdampak letusan gunung selalu diimbau untuk menggunakan masker.

Selain abu letusan gunung, gas yang dikeluarkan dari perut bumi juga memiliki dampak berbahaya. Sebagian besar dari gas yang keluar dengan cepat tersapu angin, tetapi gas berjenis karbon dioksida, sulfur dioksida, dan hidrogen sulfida dapat terkumpul di daerah dataran rendah. Sulfur dioksida dapat menyebabkan kesulitan pernafasan terhadap orang sehat maupun penderita gangguan paru-paru.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dilansir dari laman Pan American Health Organization (PAHO), selain penyakit yang mengancam paru-paru dan pernafasan, letusan gunung berapi juga dapat berdampak buruk bagi mata seperti konjungtivitis dan kulit seperti iritasi. Iritasi pada mata dan kulit dapat disebabkan oleh abu maupun hujan asam yang terjadi sesaat setelah letusan.

Usahakan untuk tidak keluar rumah sementara pasca erupsi terjadi, terutama saat abu masih turun. Jika Anda tetap harus pergi ke luar rumah, terutama ke area di mana terjadi hujan abu, pastikan kulit Anda tertutup baju supaya tidak terjadi iritasi. Gunakan kacamata dan masker seperti masker N-95, seperti yang disarankan CDC, untuk melindungi penglihatan dan pernafasan Anda.

DINA OKTAFERIA

Baca juga: Eks Dirjen WHO Minta Warga Waspadai 6 Penyakit Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gunung Karangetang Bergemuruh, Ada 31 Guguran Lava Pagi Ini

11 hari lalu

Asap putih keluar dari puncak Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu, 6 Februari 2019. Asap putih bertekanan disertai guguran material vulkanik dari kawah bagian utara masih mendominasi aktivitas erupsi efusif Gunung Karangetang. ANTARA
Gunung Karangetang Bergemuruh, Ada 31 Guguran Lava Pagi Ini

PGA di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, mencatat sebanyak 31 kali gempa guguran Gunung Karangetang, Kamis pagi.


3 Penyebab Bersin, Reaksi Alergi hingga Iritasi

11 hari lalu

Ilustrasi orang bersin. shutterstock.com
3 Penyebab Bersin, Reaksi Alergi hingga Iritasi

Bersin muncul saat reaksi alergi, iritasi, infeksi


Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

12 hari lalu

Gunung Dempo. Shutterstock
Dua Kali Erupsi, Gunung Dempo Pagaralam Berstatus Waspada

Letusan yang terjadi di Gunung Dempo pada Selasa malam merupakan yang kedua pada Juli 2023 ini.


Gunung Karangetang Masih Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga

18 hari lalu

Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, memantau guguran lava meluncur ke Kali Kahetang pada periode pengamatan pukul 00.00 - 06.00 WITA, Minggu, 2 Juli 2023. (ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang)
Gunung Karangetang Masih Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga

Guguran lava masih meluncur dari kawah Gunung Karangetang selama periode pengamatan Kamis pukul 00.00 sampai 06.00 WITA.


Tips Tidur Cepat ala Militer yang Bisa Anda Coba

34 hari lalu

Ilustrasi perempuan tidur. Foto: Freepik.com
Tips Tidur Cepat ala Militer yang Bisa Anda Coba

Berikut tips yang dapat Anda terapkan jika Anda ingin mempelajari cara tidur cepat ala militer.


Gunung Ibu di Halmahera Erupsi, Warga Diminta Menghindar Sejauh 2 Kilometer

36 hari lalu

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) merekam erupsi Gunung Ibu di Maluku Utara, Minggu, 30 Oktober 2023. (ANTARA/HO-PVMBG)
Gunung Ibu di Halmahera Erupsi, Warga Diminta Menghindar Sejauh 2 Kilometer

PVMBG mengimbau agar masyarakat dan wisatawan tidak berada di dalam radius 2,0 kilometer dari Gunung Ibu.


Waktu yang Tepat Memakai Deodoran Menurut Dokter Kulit

40 hari lalu

Ilustrasi mengenakan deodorant. Shutterstock.com
Waktu yang Tepat Memakai Deodoran Menurut Dokter Kulit

Biasanya yang menggunakan deodoran sebelum tidur berharap akan bekerja lebih baik saat digunakan di malam hari.


Tips Agar Eyeliner Putih di Waterline Tahan Lama

43 hari lalu

Ilustrasi makeup dengan eyeliner putih. Unsplash/Mihai Stefan
Tips Agar Eyeliner Putih di Waterline Tahan Lama

Eyeliner putih dapat memberikan efek cerah pada mata dan membuatnya tampak lebih besar, tapi cara mengaplikasikannya harus tepat


Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini, Lontarkan Abu Vulkanik 1,5 Kilometer

49 hari lalu

PVMBG merekam aktivitas erupsi berupa sinar api setinggi lebih kurang 350 meter dari puncak Gunung Anak Krakatau, Selasa malam 24 Januari 2023. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini, Lontarkan Abu Vulkanik 1,5 Kilometer

Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Perairan Selatan Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali erupsi melontarkan abu vulkanik.


Lagi Ngetren, Ini Potensi Manfaat dan Risiko Mouth Tape

50 hari lalu

Ilustrasi perempuan tidur. Foto: Freepik.com
Lagi Ngetren, Ini Potensi Manfaat dan Risiko Mouth Tape

Belum banyak penelitian mengenai mouth tape. Namun, berikut adalah potensi manfaat dan risiko melakukannya.