PCR Kumur Metode Tes Covid-19 Baru dari BioFarma, Apa Keunggulannya?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Tampilan Bio Saliva, alat tes Covid-19 dengan sampel cairan kumur yang dikembangkan PT Bio Farma. Kredit: PT Bio Farma

    Tampilan Bio Saliva, alat tes Covid-19 dengan sampel cairan kumur yang dikembangkan PT Bio Farma. Kredit: PT Bio Farma

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai macam jenis tes Covid-19 sudah banyak digunakan di Indonesia. Namun ada yang terbaru, yaitu PCR kumur. Alat ini dikeluarkan oleh PT. Biofarma, dimana diagnosis COVID-19 bisa didapatkan melalui metode kumur. Alat tersebut dinamai BioSaliva yang diklaim nyaman ketika digunakan.

    Sekretaris PT BioFarma, Bambang Heriyanto mengatakan, alat tes Covid-19 yang dikembangkan menggunakan sampel cairan bekas berkumur (gargled) pasien. Sampel lalu diperiksa melalui reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). Dalam satu kemasan BioSaliva terdapat petunjuk penggunaan, satu wadah cairan kumur, satu wadah larutan pencampur, dan satu corong.

    Bambang merekomendasikan Bio Saliva sebagai alternatif dari gold standard swab nasofaring-orofaring menggunakan PCR Kit. “Bio Saliva ini bisa untuk menentukan hasil positif atau negatif yang sama seperti penentuan positif atau negatif pada uji PCR Covid-19,” kata Bambang.

    Produk ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan alat uji yang telah banyak digunakan sebelumnya. Mengutip dari biofarma.co.id, sampel yang digunakan dalam proses pengembangan produk, seluruhnya berasal dari pasien Indonesia, sehingga terdapat kesesuaian dengan penduduk Indonesia.

    Tak hanya itu, Bio Saliva bisa mendeteksi hingga angka CT 40 dan memiliki performance yang sangat baik untuk CT <35 dengan sensitivitas hingga 93.57 persen. Hal ini tentunya menjadikan Gargle-PCR sebagai alternatif selain gold standard Swab Nasofaring-Orofaring menggunakan PCR Kit yang memiliki sensitivitas mencapai 95 persen.

    Bio Saliva sangat cocok untuk pemeriksaan di area pabrik/kawasan industri, gedung perkantoran, permukiman dan sekolah untuk kebutuhan pemantauan dan deteksi awal secara rutin.

    Dengan adanya Bio Saliva diharapkan proses pengambilan sampel bisa dilaksanakan di area non-medis dengan pengawasan tenaga kesehatan, sehingga mengurangi kerumunan serta menghindari kontak. Mengutip dari Sehatnegeriku.kemkes.go.id, proses-proses yang mudah dan praktis juga memungkinkan pengambilan sampel dalam jumlah banyak tanpa perlu menambah tenaga medis. Biaya tes PCR Kumur beragam, di jaringan GSI Lab sekali tes Rp 495 ribu

    VALMAI ALZENA KARLA 

    #Jagajarak #Pakaimasker #Cucitangan

    Baca: Kata Kemenkes Soal PCR Kumur, Swab Antigen dan Swab PCR


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.